Barantin Perketat Karantina Hewan Kurban Jelang Iduladha

Barantin Perketat Karantina Hewan Kurban Jelang Iduladha

Suara Pecari | Menjelang perayaan Iduladha, Badan Karantina Indonesia (Barantin) meningkatkan pengawasan terhadap lalu lintas hewan ternak yang masuk ke Pulau Jawa. Baru-baru ini, Barantin melakukan karantina terhadap 275 ekor sapi kurban yang berasal dari Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) di Pelabuhan Kade 108 Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding, melakukan peninjauan langsung terhadap proses karantina pada Kamis, 21 Mei 2026. Dalam pemeriksaan ini, petugas Karantina DKI Jakarta melaksanakan serangkaian prosedur yang ketat. Pemeriksaan mencakup verifikasi dokumen kesehatan hewan, pemeriksaan fisik dan klinis, serta pengecekan armada yang digunakan untuk mengangkut ternak.

Karding menekankan pentingnya langkah-langkah biosekuriti, terutama mengingat status Pulau Jawa yang masih dalam kategori zona merah terkait Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Sebaliknya, NTT tercatat sebagai zona hijau yang bebas dari penyakit tersebut. “Saya perintahkan seluruh jajaran menerapkan kebijakan satu arah atau one way ticket. Sapi yang sudah tiba di Jawa tidak boleh kembali ke NTT jika tidak terjual,” katanya di lokasi.

Baca juga:

Pihak Barantin juga memastikan tidak ada sapi betina produktif yang masuk, sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Selain itu, mereka memastikan bahwa usia hewan tersebut memenuhi syarat untuk kurban.

Kepala Karantina DKI Jakarta, Amir Hasanuddin, menambahkan bahwa sapi yang berhasil lolos pemeriksaan akan didistribusikan ke berbagai wilayah di ibu kota, serta daerah sekitar seperti Depok, Bekasi, dan bahkan Pekanbaru. Pendistrubusian ini dilakukan dengan menggunakan mekanisme sertifikasi dan dokumen transit khusus.

Baca juga:

Barantin bekerja sama dengan dinas peternakan dan kesehatan hewan di daerah tujuan untuk memantau kondisi hewan hingga proses pemotongan kurban. Data operasional menunjukkan bahwa sejak awal tahun hingga 21 Mei 2026, sebanyak 2.837 ekor sapi lokal sudah masuk melalui Tanjung Priok. Secara nasional, sistem Best Trust Barantin mencatat adanya lonjakan signifikan dalam lalu lintas hewan menjelang Iduladha.

Dalam periode Januari hingga April 2026, pengeluaran sapi meningkat hingga 198.925 ekor, naik 70% dibandingkan tahun lalu. Sementara itu, pengeluaran kambing dan domba juga mengalami peningkatan, mencapai 103.216 ekor, atau 77% lebih banyak dibandingkan tahun sebelumnya.

Baca juga:

Untuk mengantisipasi potensi penyebaran PMK, Lumpy Skin Disease (LSD), dan antraks, Barantin telah menyiapkan lima strategi utama. Strategi ini meliputi evaluasi pola distribusi ternak, kesiapan sarana prasarana, regulasi, sinergi lintas sektor, dan pengawasan yang intensif. “Kami membentuk satgas untuk melakukan pengawasan 24 jam, termasuk patroli di jalur-jalur ilegal dan pemantauan kesehatan hewan di tempat penampungan sementara,” tambah Karding.

Barantin juga akan mengambil tindakan tegas dalam hal pelanggaran dokumen atau indikasi penyakit pada hewan yang masuk. Langkah-langkah ini diharapkan dapat menjaga kesehatan hewan dan mencegah penyebaran penyakit yang dapat merugikan peternak serta konsumen.

Baca juga:

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan