Fenomena Vidio: Dari Kemenangan Epik Inggris hingga Inovasi Interaktif dan Ancaman Deepfake
Suara Pecari, Dunia vidio kembali menjadi pusat perhatian dalam sepekan terakhir, mulai dari momen haru kemenangan timnas Inggris di Piala Dunia, inovasi kreatif di platform berbagi vidio, hingga kontroversi penyalahgunaan kecerdasan buatan untuk menyebarkan hoaks. Fenomena ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh vidio dalam membentuk opini publik, hiburan, dan bahkan risiko penyebaran informasi palsu.
Di Inggris, euforia kemenangan 3-2 atas Meksiko dalam laga klasik Piala Dunia dirayakan dengan berbagai cara unik. Sejumlah sekolah dasar di Wiltshire memutar ulang vidio pertandingan “seolah-olah langsung” pada pagi harinya, dengan sorak-sorai anak-anak menggema di lorong sekolah. Sementara itu, larangan ponsel diberlakukan di rumah Phil dari Brentford untuk menghindari bocoran skor. Bahkan, presenter Radio 2 Sara Cox harus menerima kenyataan bahwa suaminya mengetahui hasil pertandingan dari teriakan tetangga. Di sisi lain, sekitar 400 warga Meksiko di London mengadakan pesta nonton vidio pertandingan di St Paul’s, memanfaatkan izin jam operasional pub yang diperpanjang hingga pukul 05.00. Mantan atlet Olimpiade Katharine Merry bahkan mengaku ketiduran saat pertandingan tertunda satu jam karena cuaca buruk, dan melewatkan seluruh aksi. Vidio-vidio momen tersebut dengan cepat menjadi viral di media sosial.
Di ranah olahraga lain, tim kriket Inggris mengumumkan susunan pemain yang tidak berubah untuk pertandingan T20 ketiga melawan India di Trent Bridge. Vidio sorotan pertandingan sebelumnya menunjukkan performa gemilang Jacob Bethell yang mencetak 76 run tidak terkalahkan. Sementara itu, dunia tarung bebas juga menyajikan vidio countdown UFC 329 yang menyoroti pertarungan comeback Conor McGregor melawan Max Holloway. McGregor, mantan juara dua divisi yang belum bertarung selama lebih dari lima tahun, menjadi pusat perhatian dalam vidio promosi tersebut.
Namun, tidak semua vidio membawa kabar baik. Sebuah vidio buatan kecerdasan buatan (AI) yang menampilkan Shoaib Akhtar secara palsu mengumumkan kematian Wasim Akram akibat serangan jantung menjadi viral di Pakistan. Vidio deepfake ini memicu kepanikan di kalangan penggemar, hingga istri Wasim Akram, Shaniera, turun tangan dengan mengunggah vidio asli suaminya sedang berolahraga di gym untuk membantah hoaks tersebut. Insiden ini kembali menyoroti bahaya penyalahgunaan teknologi AI untuk membuat vidio palsu yang dapat menimbulkan keresahan dan kerugian emosional.
Di sisi positif, kreativitas dalam platform vidio juga terus berkembang. Sebuah kanal YouTube bernama Atlas Arcade berhasil menciptakan vidio interaktif bergaya Mario Kart yang dapat “dimainkan” dengan memanfaatkan fitur vidio 360 derajat dan subtitle khusus. Vidio tersebut memungkinkan penonton untuk memilih karakter dengan mengganti subtitle, meskipun gameplay-nya terbatas pada lintasan Rainbow Road selama kurang dari satu menit. Inovasi ini membuka peluang untuk eksperimen lebih kompleks di masa depan, seperti game naratif interaktif di platform vidio.
Fenomena vidio saat ini menunjukkan dualisme: di satu sisi sebagai alat hiburan dan informasi yang kuat, di sisi lain sebagai medium penyebaran hoaks yang perlu diwaspadai. Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi vidio yang mencurigakan, terutama yang melibatkan figur publik atau peristiwa sensitif, sebelum mempercayai dan menyebarkannya. Dengan literasi digital yang baik, vidio dapat tetap menjadi sumber informasi yang positif dan menghibur.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.









