DPR Tegaskan PP Tunas Jadi Instrumen Strategis Perlindungan Anak di Ruang Digital
Suara Pecari | Anggota Komisi I DPR RI, Gavriel Putranto Novanto, menegaskan bahwa Peraturan Pemerintah tentang Penyelenggaraan Sistem Elektronik untuk Perlindungan Anak (PP Tunas) merupakan instrumen strategis dalam melindungi anak-anak Indonesia di ruang digital. Pernyataan ini disampaikan dalam Webinar Literasi Digital bertema PP Tunas yang digelar oleh Komdigi bersama Komisi I DPR RI pada Kamis, 21 Mei 2026.
Dalam sambutannya, Gavriel menjelaskan bahwa perkembangan ekosistem digital membawa peluang besar sekaligus risiko yang mengancam keselamatan anak-anak. Menurutnya, perlindungan anak di dunia digital harus menjadi perhatian bersama untuk menjaga kualitas generasi penerus bangsa. Anak-anak rentan terpapar konten negatif, hoaks, disinformasi, perundungan siber, kekerasan digital, serta penyalahgunaan data pribadi. Meningkatnya kecanduan media sosial dan maraknya judi online di kalangan pelajar memerlukan penanganan serius dan komprehensif secara nasional.
Gavriel menekankan bahwa perlindungan anak di ruang digital adalah tanggung jawab negara yang wajib dijalankan secara konsisten. PP Tunas hadir untuk memastikan anak-anak Indonesia tumbuh dalam lingkungan digital yang aman, sehat, dan terlindungi sepenuhnya. Regulasi ini mengatur kewajiban platform digital dalam menerapkan perlindungan khusus bagi pengguna anak, termasuk verifikasi usia, pengendalian akses, klasifikasi konten, moderasi konten, serta mekanisme pelaporan yang responsif. Perlindungan data pribadi anak menjadi aspek utama yang wajib dipenuhi oleh seluruh penyelenggara sistem elektronik nasional.
DPR Tegaskan PP Tunas Jadi Instrumen Strategis Perlindungan Anak di Ruang Digital LPP RRI juga menekankan pentingnya implementasi yang serius. Gavriel mengingatkan bahwa PP Tunas tidak boleh hanya menjadi aturan normatif semata. Komisi I DPR RI akan terus mengawasi kepatuhan platform digital dan memperkuat literasi digital masyarakat. Platform digital wajib menempatkan perlindungan anak sebagai prioritas utama dalam seluruh layanan yang disediakan. Pemanfaatan teknologi harus diarahkan untuk menciptakan ekosistem digital yang aman, sehat, dan ramah bagi anak-anak. Penguatan keamanan digital, penyaringan konten efektif, dan edukasi berkelanjutan diperlukan untuk meminimalkan berbagai risiko.
Pakar literasi digital Rulli Nasrullah menyoroti pentingnya literasi digital berbasis nilai dalam menghadapi tantangan teknologi modern. Anak-anak perlu dibekali kemampuan teknis, etika digital, berpikir kritis, dan menjaga keamanan data pribadi. Sementara itu, Whasfi Velasufah mengingatkan bahwa dampak negatif ruang digital dapat memengaruhi psikologis serta perkembangan sosial anak. Paparan konten kekerasan dan interaksi negatif berpotensi meningkatkan kecemasan dan menurunkan empati anak.
Keluarga memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam melindungi anak di era digital. Pendampingan aktif, komunikasi terbuka, dan pengawasan bijak terhadap teknologi membantu meminimalkan risiko yang dihadapi anak. Komdigi dan Komisi I DPR RI berharap kesadaran perlindungan anak digital semakin meningkat di masyarakat. Dengan regulasi yang kuat, literasi digital yang baik, dan sinergi seluruh pihak, diharapkan terwujud ekosistem digital yang aman bagi anak-anak Indonesia.
DPR Tegaskan PP Tunas Jadi Instrumen Strategis Perlindungan Anak di Ruang Digital LPP RRI menjadi langkah konkret dalam melindungi generasi penerus bangsa. Melalui PP Tunas, diharapkan setiap platform digital dapat menerapkan standar keamanan yang ketat untuk melindungi anak-anak dari ancaman siber. Komisi I DPR RI berkomitmen untuk terus mengawal implementasi regulasi ini agar berjalan efektif di lapangan. DPR Tegaskan PP Tunas Jadi Instrumen Strategis Perlindungan Anak di Ruang Digital LPP RRI juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam menciptakan ruang digital yang aman bagi anak-anak.
Kesimpulannya, DPR Tegaskan PP Tunas Jadi Instrumen Strategis Perlindungan Anak di Ruang Digital LPP RRI merupakan tonggak penting dalam upaya melindungi anak-anak Indonesia di era digital. Dengan kerjasama antara pemerintah, platform digital, keluarga, dan masyarakat, diharapkan anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dalam lingkungan digital yang positif dan aman.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.









