Penghormatan Terakhir untuk Khamenei: Pejabat Hadir, Kantor di Teheran Diliburkan

Penghormatan Terakhir untuk Khamenei: Pejabat Hadir, Kantor di Teheran Diliburkan

Prosesi Penghormatan Terakhir untuk Khamenei Dimulai

Suara Pecari, Jumat, 3 Juli 2026, menjadi hari bersejarah bagi Iran. Ribuan pejabat tinggi negara dan tamu asing berkumpul di Grand Mosalla, Teheran, untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Jenazah Khamenei yang meninggal pada usia 86 tahun akibat serangan Amerika Serikat dan Israel disemayamkan di kompleks keagamaan tersebut, diselimuti bendera tiga warna Iran. Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, dan Kepala Korps Garda Revolusi Iran Ahmad Vahidi turut hadir. Kehadiran Vahidi menjadi penampilan publik pertamanya sejak konflik pecah. Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, yang selama ini menjadi mediator antara Iran dan AS, juga tampak memberikan penghormatan. Selain itu, mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, Menteri Luar Negeri Taliban Afghanistan, serta delegasi dari Hamas dan Hizbullah turut serta.

Suasana Grand Mosalla: Duka dan Kekhidmatan

Kompleks Grand Mosalla di Teheran dipenuhi dengan foto-foto dan kutipan Khamenei. Sebuah spanduk besar bergambar mendiang pemimpin terpampang di area upacara. Peti jenazah Khamenei, bersama dengan peti jenazah anggota keluarganya yang turut meninggal, termasuk seorang cucu perempuan berusia 14 bulan, diletakkan berdampingan. Para pelayat berjalan perlahan melewati peti-peti tersebut, beberapa di antaranya menangis tersedu-sedu. Suasana duka yang mendalam terasa di seluruh kompleks.

Daftar Pejabat dan Delegasi yang Hadir

NoNama/JabatanAsal
1Masoud Pezeshkian (Presiden)Iran
2Mohammad Bagher Ghalibaf (Ketua Parlemen)Iran
3Ahmad Vahidi (Kepala Garda Revolusi)Iran
4Shehbaz Sharif (PM)Pakistan
5Dmitry Medvedev (Mantan Presiden)Rusia
6Menteri Luar Negeri TalibanAfghanistan
7Delegasi HamasPalestina
8Delegasi HizbullahLebanon

Pemerintah Iran memperkirakan perwakilan dari sekitar 30 negara akan hadir dalam pemakaman, termasuk China dan negara-negara Kaukasus.

Kantor Diliburkan, Persiapan Menyambut Jutaan Pelayat

Pemerintah Iran menetapkan hari libur di Teheran, Qom, dan Mashhad selama rangkaian pemakaman. Seluruh kantor pemerintahan dan swasta di Teheran tutup mulai Sabtu, 4 Juli hingga Senin, 6 Juli. Pembatasan lalu lintas diberlakukan di pusat kota, dan kendaraan pribadi tidak dapat mengakses sejumlah jalan utama. Sebuah taman besar di Teheran diubah menjadi kamp sementara dengan ratusan tenda Bulan Sabit Merah untuk menampung para pelayat. Truk tangki air disiagakan untuk menyemprotkan air ke jalan guna mendinginkan suhu. Replika perahu dengan bendera merah juga dipasang di kawasan Azadi Avenue yang akan menjadi jalur utama iring-iringan jenazah pada Senin mendatang.

Ajakan untuk Rakyat Iran

Sehari sebelum prosesi, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf mengajak seluruh rakyat Iran untuk menghadiri pemakaman. “Seluruh rakyat Iran, untuk menorehkan lembaran sejarah yang gemilang bagi Iran Islam melalui kehadiran Anda,” ujarnya. “Seruan bangsa untuk melakukan pembalasan harus bergema di telinga seluruh dunia,” lanjutnya. Warga Teheran, seperti Ezzat Shoai (61), telah membuka rumah mereka untuk menampung tamu dari luar kota. “Kami telah menyiapkan rumah-rumah kami untuk menyambut mereka yang datang dari luar ibu kota,” kata Shoai. Ia berharap dapat mengantar kepergian pemimpin yang dihormatinya.

Kronologi dan Rencana Pemakaman

  • Jumat, 3 Juli 2026: Penghormatan terakhir di Grand Mosalla, Teheran.
  • Sabtu-Minggu, 4-5 Juli: Jenazah disemayamkan di Teheran, kantor diliburkan.
  • Senin, 6 Juli: Iring-iringan jenazah melalui Azadi Avenue.
  • Setelah Teheran: Jenazah dibawa ke Najaf dan Karbala, Irak.
  • 9 Juli: Pemakaman di kompleks makam Imam Reza, Mashhad.

Hingga kini, belum diketahui apakah putra sekaligus penerus Khamenei, Mojtaba Khamenei, akan menghadiri prosesi utama di Teheran. Sejak diangkat menjadi pemimpin tertinggi, Mojtaba belum pernah muncul di hadapan publik.

Dampak dan Implikasi

Kepergian Khamenei meninggalkan kekosongan kepemimpinan yang signifikan di Iran. Prosesi pemakaman ini menjadi ajang konsolidasi kekuatan rezim dan menunjukkan solidaritas internasional dari negara-negara sekutu. Namun, seruan pembalasan dari Ghalibaf mengindikasikan potensi eskalasi konflik dengan AS dan Israel. Liburnya perkantoran dan pembatasan lalu lintas di Teheran juga berdampak pada aktivitas ekonomi, meskipun pemerintah telah menyiapkan logistik untuk menampung jutaan pelayat. Masyarakat Iran menunjukkan duka yang mendalam, namun juga ada kekhawatiran akan masa depan politik negara.

Di tengah duka yang meliputi Iran, pemakaman Ali Khamenei menjadi momen bersejarah yang menyatukan rakyat dan elite politik. Ribuan pelayat dari berbagai penjuru negeri berbondong-bondong ke Teheran, sementara dunia menyaksikan transisi kepemimpinan yang penuh tantangan. Semoga kepergian pemimpin yang telah lama berkuasa ini membawa kedamaian bagi Iran dan kawasan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *