Kapolri dan Ketua Komisi IV DPR Tanam Bawang Putih di 279 Hektare Lahan untuk Dukung Swasembada

Kapolri dan Ketua Komisi IV DPR Tanam Bawang Putih di 279 Hektare Lahan untuk Dukung Swasembada

Suara Pecari, Lombok TimurKapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersama Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto melaksanakan penanaman bawang putih serentak di lahan seluas 279,53 hektare yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk pusat kegiatan di Kecamatan Sembalun, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Rabu (19/8/2026). Acara ini juga diiringi dengan panen raya bawang putih dan groundbreaking pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri.

Penanaman Bawang Putih Serentak dan Rekor MURI

Penanaman bawang putih serentak ini merupakan bagian dari upaya percepatan swasembada bawang putih nasional yang mendapatkan penghargaan dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) sebagai penanaman bawang putih serentak di lahan terluas. Kegiatan melibatkan 110 kelompok tani dengan 2.174 petani yang mengelola lahan seluas hampir 280 hektare, dengan potensi produksi mencapai sekitar 2.795 ton bawang putih.

Upaya Mendukung Swasembada Pangan

Kapolri menegaskan bahwa pencapaian rekor bukan sekadar prestasi, melainkan momentum untuk memperkuat gerakan bersama dalam meningkatkan produksi bawang putih nasional. Saat ini, sekitar 90-95 persen kebutuhan bawang putih Indonesia masih dipenuhi melalui impor, sedangkan produksi dalam negeri baru mencapai 39-40 ribu ton per tahun dibanding kebutuhan nasional lebih dari 600 ribu ton per tahun.

Polri berkomitmen mendukung target Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai swasembada bawang putih dalam tiga tahun ke depan melalui kolaborasi dengan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, kelompok tani, dan mitra strategis lainnya.

Dukungan Sarana Produksi dan Infrastruktur

Selain penanaman, kegiatan ini juga diikuti dengan panen raya bawang putih di lahan seluas 105 hektare yang dikelola oleh sembilan kelompok tani. Untuk memperkuat produksi dari sisi hulu, Polri, Kementerian Pertanian, dan PT Pupuk Indonesia menyerahkan berbagai alat dan mesin pertanian serta sarana produksi, seperti:

  • 90 unit hand tractor
  • 1 unit traktor roda empat
  • 24 unit pompa air
  • 17 ton pupuk Phonska Nitroku

Dari sisi hilir, dilakukan groundbreaking pembangunan Gudang Ketahanan Pangan Polri di atas lahan seluas 1.013 meter persegi yang dihibahkan oleh Pemerintah Kabupaten Lombok Timur. Gudang ini memiliki luas bangunan 250 meter persegi dengan kapasitas penyimpanan mencapai 300 ton dan didukung anggaran Rp 1,4 miliar dari Pemerintah Provinsi NTB. Gudang ini akan mendukung pengelolaan pascapanen dan menjaga kualitas bawang putih hasil panen.

Peran Pemerintah dan DPR

Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, memberikan apresiasi kepada Polri dan Kementerian Pertanian atas kerja kerasnya dalam mendukung swasembada pangan. Ia juga menyoroti peran koordinasi Menko Pangan yang memastikan program berjalan sinergis antar kementerian/lembaga.

Menurutnya, penanaman serentak ini harus menjadi langkah awal dari gerakan berkelanjutan yang tidak hanya fokus pada peningkatan produksi dan perluasan lahan, tetapi juga pembangunan ekosistem yang kuat, kepastian penyerapan hasil panen, tata niaga yang sehat, serta peningkatan kesejahteraan petani.

Dampak dan Harapan

Keberhasilan penanaman bawang putih serentak dan pembangunan infrastruktur terkait diharapkan dapat menurunkan ketergantungan impor bawang putih, memperkuat ketahanan pangan nasional, dan mempercepat tercapainya swasembada bawang putih di Indonesia. Hasil panen nantinya akan diserap oleh Bulog untuk dijadikan bibit yang akan ditanam kembali, memastikan kesinambungan produksi dan pasar bagi petani.

Dengan kolaborasi erat antara Polri, DPR, kementerian, pemerintah daerah, dan petani, program ini diharapkan menjadi model sinergi yang efektif dalam mendukung ketahanan pangan nasional ke depan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *