Pemerintah Siapkan Rp 1,28 Triliun untuk Program Satu Orang Satu Rekening, Bakal Dapat Saldo

Suara Pecari – Pemerintah Indonesia menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,28 triliun untuk melaksanakan program Satu Orang Satu Rekening. Program ini ditujukan untuk memperluas kepemilikan rekening perbankan di kalangan 25 juta warga prasejahtera dengan memberikan setoran awal sebesar Rp 50 ribu per rekening.

Tujuan Program dan Sasaran

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa program ini bertujuan meningkatkan inklusi keuangan nasional hingga mendekati 99 persen, meningkat dari posisi 93,61 persen pada 2026 berdasarkan data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK). Program ini menyasar warga berusia 17 tahun ke atas yang termasuk dalam kelompok desil 1 hingga 4, yaitu masyarakat dengan tingkat kesejahteraan relatif rendah.

Baca juga:

Pelaksanaan dan Koordinasi

Data calon penerima program sedang dipersiapkan melalui koordinasi dengan Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Rencana ini telah disampaikan Airlangga Hartarto kepada Presiden RI Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang diadakan di Jakarta pada 23 Oktober 2026.

Manfaat Program

Melalui program Satu Orang Satu Rekening, pemerintah berharap dapat memperluas akses masyarakat prasejahtera terhadap layanan keuangan formal. Dengan memiliki rekening bank, masyarakat diharapkan dapat lebih mudah melakukan transaksi dan mengelola keuangan secara lebih efektif.

Program Pendukung dan Strategi Pemerintah

Selain program ini, pemerintah juga menjalankan program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) yang telah diikuti oleh lebih dari 59 juta pelajar dengan total dana tabungan mencapai Rp 27 triliun. Selain itu, pemerintah memperluas akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), kredit sektor pertanian dan industri padat karya, serta program perumahan. Upaya ini merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk meningkatkan inklusi keuangan nasional secara menyeluruh.

Baca juga:

Dengan berbagai program tersebut, pemerintah berharap dapat memperkuat akses layanan keuangan formal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok prasejahtera yang selama ini kurang terlayani oleh sistem perbankan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *