Bos Danantara Beberkan Faktor yang Bikin Rupiah dan IHSG Menguat Lagi: Investor Mulai Percaya
Suara Pecari | Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah kembali menunjukkan performa positif dalam beberapa hari terakhir. Di tengah gejolak pasar global, penguatan ini menjadi angin segar bagi perekonomian Indonesia. Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, secara langsung membeberkan faktor yang bikin rupiah dan IHSG menguat lagi. Menurutnya, keberhasilan ini tidak lepas dari serangkaian kebijakan pemerintah dan upaya membangun kembali kepercayaan investor.
Rosan Roeslani membeberkan faktor yang bikin rupiah dan IHSG menguat lagi dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (15/6/2026). Ia menjelaskan bahwa penguatan tersebut merupakan hasil dari kerja keras pemerintah, Bank Indonesia (BI), serta Danantara dalam melakukan pendekatan langsung ke para investor global. “Beberapa hari terakhir ini, baik dari pasar modal kita maupun rupiah kita mengalami penguatan yang kalau dibilang relatif cepat juga. Nah, dan kita ketahui percepatan ini atau penguatan baik pasar modal maupun rupiah kan tidak akan terjadi kalau kita tidak melakukan apa-apa,” ujar Rosan.
Dalam kesempatan tersebut, Rosan Roeslani beberkan faktor yang bikin rupiah dan IHSG menguat lagi, yaitu melalui roadshow Danantara ke empat negara besar: Hong Kong, Singapura, Inggris, dan Amerika Serikat. Selama roadshow yang dimulai sejak 3 Juni 2026, Danantara bertemu dengan sekitar 122 investor yang mayoritas telah berinvestasi di pasar modal Indonesia. Respons positif pun didapatkan, terutama setelah Danantara memaparkan prospek global bond perdana yang diterbitkan, yang ternyata oversubscribed lebih dari tiga kali lipat.
“Pada saat mereka melihat bahwa ‘oh ternyata apa yang dilakukan dalam hal ini Danantara dan juga kebijakan-kebijakannya’ ini membalikan momentum yang tadinya persepsi yang ada itu, persepsi yang mohon maaf mungkin tadinya mereka ragu-ragu mengenai ekonomi Indonesia, mengenai kebijakan kita, tapi setelah mereka lihat ‘Oh, Indonesia kita merespons secara baik dan benar’,” jelas Rosan.
Rosan juga menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia sebenarnya sangat kuat dalam jangka menengah panjang. Tekanan yang terjadi sebelumnya lebih banyak dipicu oleh persepsi negatif, bukan karena kondisi fundamental yang buruk. Oleh karena itu, upaya untuk mengubah persepsi menjadi kunci utama. “Kalau kami melihatnya selama ini ini kan sebetulnya adalah lebih persepsi. Lebih banyak karena persepsi, karena kalau kita lihat fundamental kita kan memang secara jangka menengah panjang juga sangat-sangat baik,” ucapnya.
Meski IHSG dan rupiah sudah menguat signifikan, Rosan mengingatkan bahwa dinamika pasar tetap wajar terjadi. Ia memprediksi akan ada koreksi kecil dalam beberapa hari ke depan sebelum kembali menguat. “Kalau ada ups and down sedikit, itu normal. Begitu ini market naik, ini kan boleh dibilang naik kencang ya, pasti nanti ada beberapa hari turun sedikit, terus naik lagi, that’s very normal,” kata Rosan. Ia menambahkan bahwa investor asing cenderung berorientasi jangka panjang, sehingga mereka tidak mudah terpengaruh oleh fluktuasi harian.
Selain roadshow, Rosan Roeslani beberkan faktor yang bikin rupiah dan IHSG menguat lagi adalah kerja sama swap agreement antara Bank Indonesia dengan China serta koordinasi kebijakan yang solid antara pemerintah, BI, dan Danantara. Langkah-langkah ini dinilai mampu menstabilkan pasar dan mengembalikan kepercayaan investor global. “Ini korelasinya sebetulnya sangat kuat, karena yang kita temui ini kurang lebih 122 investor dan mereka ini adalah yang berinvestasi di pasar modal kita di Indonesia ini juga,” ujarnya.
Ke depan, Rosan optimistis bahwa tren positif ini akan berlanjut seiring dengan komitmen pemerintah untuk terus menjaga transparansi dan tata kelola yang baik. “Jadi, kalau kami lihat ini persepsinya sekarang alhamdulillah sudah apa, ke tren positif dan kita harapkan ya tentunya ini terus meningkat dan kami meyakini ke depannya dengan kebijakan yang sangat baik, kebijakan yang terbuka, transparan,” tutupnya.
Dengan berbagai upaya yang telah dilakukan, penguatan IHSG dan rupiah menjadi bukti bahwa kepercayaan investor mulai pulih. Rosan Roeslani telah membeberkan faktor yang bikin rupiah dan IHSG menguat lagi, dan kini pasar menanti langkah selanjutnya untuk mempertahankan momentum positif ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












