Laba Bersih SIER Melonjak 56 Persen, Dividen Ikut Naik

Laba Bersih SIER Melonjak 56 Persen, Dividen Ikut Naik

Suara Pecari | Surabaya, 2 Juli 2026 – PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) mencatatkan kinerja keuangan yang impresif sepanjang tahun buku 2025. Perusahaan anggota Holding BUMN Danareksa ini membukukan laba bersih non-revaluasi sebesar Rp188,833 miliar, melonjak 56 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp121,379 miliar. Capaian ini disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Laporan Keuangan Audited Tahun Buku 2025 yang digelar di Menara Danareksa, Jakarta. Tidak hanya laba yang meningkat tajam, SIER juga menaikkan nilai dividen kepada para pemegang saham menjadi Rp76,8 miliar, lebih tinggi dari dividen tahun sebelumnya sebesar Rp71,6 miliar, melanjutkan tren kenaikan dalam empat tahun terakhir.

Kinerja Keuangan yang Solid

Pendapatan usaha perseroan tumbuh 15 persen menjadi Rp672,239 miliar dari sebelumnya Rp585,847 miliar. Sementara laba usaha meningkat 46 persen menjadi Rp202,479 miliar. Di sisi neraca, total aset SIER naik dari Rp21,386 triliun menjadi Rp21,860 triliun. Perusahaan juga menutup tahun 2025 dengan posisi kas sebesar Rp621,594 miliar, mencerminkan likuiditas yang tetap kuat.

Indikator 2025 2024 Perubahan
Laba Bersih Non-Revaluasi Rp188,833 miliar Rp121,379 miliar +56%
Pendapatan Usaha Rp672,239 miliar Rp585,847 miliar +15%
Laba Usaha Rp202,479 miliar Rp138,684 miliar +46%
Total Aset Rp21,860 triliun Rp21,386 triliun +2,2%
Dividen Rp76,8 miliar Rp71,6 miliar +7,3%

Transformasi Bisnis Jadi Motor Pertumbuhan

Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama PT SIER, Rizka Syafittri Siregar, mengatakan pertumbuhan tersebut merupakan hasil transformasi bisnis yang terus dijalankan perusahaan. “Kinerja ini menjadi bukti bahwa strategi transformasi yang kami jalankan berada pada jalur yang tepat. Pertumbuhan yang kami raih bukan hanya tercermin dari sisi finansial, tetapi juga dari semakin optimalnya pemanfaatan aset dan meningkatnya kepercayaan investor maupun tenant terhadap PT SIER,” ujar Rizka dalam keterangan tertulis yang diterima RRI, Rabu (1/7/2026).

Optimalisasi aset kawasan industri menjadi salah satu penyumbang utama pertumbuhan perusahaan. Sepanjang 2025, persewaan lahan PPTI seluas 16,39 hektare kepada delapan tenant menghasilkan pendapatan Rp263,93 miliar. Selain itu, SIER juga menyelesaikan pembangunan gudang logistik enam chamber yang telah terisi penuh atau memiliki tingkat okupansi 100 persen. Hingga akhir 2025, fasilitas tersebut menyumbang pendapatan sebesar Rp1,97 miliar.

Digitalisasi dan Layanan Lingkungan

Di bidang digitalisasi, SIER membangun jaringan fiber optic sebagai backbone kawasan industri. Hingga akhir 2025, perusahaan telah melakukan migrasi layanan internet dengan total 94 sambungan untuk mendukung operasional tenant berbasis teknologi. Langkah ini sejalan dengan tren industri 4.0 yang menuntut konektivitas tinggi. Tak hanya itu, perusahaan juga memperluas bisnis pengelolaan lingkungan melalui kerja sama pengolahan limbah cair non-B3 dari luar kawasan yang menghasilkan pendapatan Rp130,41 miliar sepanjang 2025. Inisiatif ini tidak hanya menambah pendapatan, tetapi juga memperkuat citra SIER sebagai kawasan industri yang ramah lingkungan.

Dampak dan Implikasi bagi Industri dan Ekonomi

Kinerja positif SIER memberikan dampak signifikan bagi perekonomian Jawa Timur dan nasional. Sebagai salah satu kawasan industri tertua dan terbesar di Indonesia, SIER menjadi barometer bagi pengelola kawasan industri lainnya. Optimalisasi aset dan diversifikasi pendapatan yang dilakukan SIER dapat menjadi contoh bagi BUMN dan perusahaan kawasan industri lainnya dalam menghadapi persaingan global. Kenaikan dividen juga menunjukkan komitmen SIER dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham, termasuk pemerintah sebagai pemilik mayoritas. Selain itu, pengembangan infrastruktur digital dan pengelolaan lingkungan mendukung target pemerintah dalam mendorong investasi berkelanjutan dan ramah lingkungan.

Bagi para tenant, peningkatan layanan seperti fiber optic dan pengolahan limbah memberikan kemudahan operasional dan efisiensi biaya. Hal ini dapat meningkatkan daya tarik kawasan SIER bagi investor baru, terutama di sektor manufaktur dan logistik. Dengan okupansi gudang logistik yang mencapai 100 persen, SIER menunjukkan bahwa permintaan ruang industri berkualitas masih tinggi. Ke depan, SIER berencana untuk terus mengembangkan lahan dan fasilitas baru guna mengakomodasi pertumbuhan permintaan.

Prospek dan Tantangan ke Depan

Rizka menegaskan berbagai capaian tersebut menjadi modal penting bagi SIER untuk terus memperkuat daya saing kawasan industri nasional. “Kami akan terus berinovasi, memperkuat infrastruktur kawasan, mengembangkan layanan berbasis teknologi, serta menjaga prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Dengan langkah tersebut, kami optimistis PT SIER akan terus tumbuh sebagai kawasan industri modern yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan ekonomi Jawa Timur maupun Indonesia,” katanya.

Meskipun kinerja keuangan menunjukkan tren positif, SIER tetap menghadapi tantangan, seperti persaingan dari kawasan industri baru di luar Jawa, fluktuasi ekonomi global, dan kebutuhan untuk terus beradaptasi dengan teknologi. Namun, dengan fondasi yang kuat dan strategi transformasi yang jelas, SIER berada pada posisi yang baik untuk mempertahankan momentum pertumbuhan.

Kenaikan laba bersih dan dividen ini menjadi sinyal positif bagi pasar bahwa BUMN kawasan industri mampu bersaing dan memberikan imbal hasil yang menarik. Publikasi laporan keuangan yang transparan juga meningkatkan kepercayaan investor. Dengan terus mengoptimalkan aset dan mengembangkan layanan, SIER tidak hanya meningkatkan profitabilitas, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan ekonomi berkelanjutan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan