DPRD Surabaya Dorong Gen Z dan Karang Taruna Jadi Penggerak Ekonomi Kampung
Suara Pecari, Surabaya – Keterlibatan generasi muda dalam pembangunan di tingkat kampung dinilai perlu terus diperkuat. Karang Taruna dan Generasi Z (Gen Z) di setiap RW dan kelurahan diharapkan tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak ekonomi kreatif di lingkungan masing-masing. Pandangan tersebut disampaikan Sekretaris Komisi A DPRD Surabaya, Anas Karno, usai mengikuti rapat pembahasan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Tahun Anggaran 2025 bersama camat dan lurah se-Kota Surabaya.
Menurutnya, berbagai program yang dijalankan Karang Taruna dan Gen Z harus disusun sesuai kebutuhan masyarakat agar memberikan manfaat nyata. “Saya melihat program Karang Taruna dan Gen Z di masing-masing RW dan kelurahan sangat baik. Yang terpenting adalah bagaimana program tersebut dijalankan secara tepat sasaran sehingga mampu mendorong pemberdayaan masyarakat dan pengembangan sumber daya ekonomi kreatif di lingkungan sekitar,” ujar Anas.
Peran Strategis Gen Z dan Karang Taruna
Politisi PDI Perjuangan itu menilai generasi muda memiliki kemampuan yang besar untuk berkontribusi di berbagai bidang, seperti teknologi digital, pengembangan UMKM, industri kreatif, pemasaran produk lokal, hingga aktivitas sosial kemasyarakatan. Karena itu, mereka perlu mendapatkan kesempatan yang lebih luas untuk berinovasi. Anas mengatakan Karang Taruna dan Gen Z dapat menjadi wadah bagi anak muda untuk mengasah kemampuan sekaligus menciptakan usaha-usaha produktif yang berdampak pada peningkatan ekonomi masyarakat.
“Karang Taruna dan Gen Z harus diberikan peluang dan kesempatan untuk berkembang. Dengan dukungan pemerintah dan masyarakat, mereka bisa menjadi penggerak ekonomi kreatif sekaligus menciptakan berbagai inovasi yang bermanfaat bagi lingkungan,” lanjutnya.
Apresiasi terhadap Langkah Wali Kota
Anas juga mengapresiasi upaya Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dan Wakil Wali Kota Armuji yang terus mendorong camat dan lurah agar aktif turun ke masyarakat. Menurutnya, langkah tersebut memperkuat koordinasi dalam menjalankan berbagai program pembangunan dan pemberdayaan warga. Ia menilai kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, Karang Taruna, dan generasi muda menjadi modal penting untuk mewujudkan pembangunan yang lebih efektif di tingkat kelurahan dan kampung.
“Komisi A mengapresiasi langkah Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang mendorong camat dan lurah turun langsung ke masyarakat. Dengan komunikasi yang baik dan kolaborasi yang kuat, berbagai program pembangunan maupun pemberdayaan masyarakat dapat berjalan lebih efektif,” tegasnya.
Potensi Ekonomi Kreatif di Kampung
Kampung-kampung di Surabaya memiliki potensi besar dalam mengembangkan ekonomi kreatif. Mulai dari produk kuliner khas, kerajinan tangan, hingga jasa digital. Gen Z yang akrab dengan teknologi dapat memanfaatkan platform digital untuk memasarkan produk lokal secara lebih luas. Karang Taruna, sebagai organisasi kepemudaan, dapat menjadi motor penggerak dengan mengadakan pelatihan kewirausahaan, lokakarya digital marketing, dan pendampingan usaha.
| Bidang Potensial | Peran Gen Z | Peran Karang Taruna |
|---|---|---|
| UMKM Lokal | Digitalisasi pemasaran, pembuatan konten promosi | Pendampingan usaha, akses permodalan |
| Industri Kreatif | Desain grafis, produksi video, pengembangan aplikasi | Penyelenggaraan event, jejaring komunitas |
| Pemasaran Produk | Optimasi media sosial, e-commerce | Manajemen logistik, distribusi |
Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat
Jika program ini berjalan optimal, dampaknya akan terasa luas. Pertama, terciptanya lapangan kerja baru di tingkat kampung sehingga mengurangi angka pengangguran. Kedua, meningkatnya pendapatan masyarakat melalui usaha produktif. Ketiga, terbentuknya ekosistem ekonomi kreatif yang mandiri dan berkelanjutan. Pemerintah kota pun akan diuntungkan dengan berkurangnya beban sosial dan meningkatnya PAD dari sektor UMKM.
Namun, tantangan juga tidak sedikit. Masih rendahnya literasi digital di sebagian kalangan, keterbatasan akses permodalan, dan kurangnya pendampingan menjadi hambatan yang perlu diatasi. Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, swasta, dan komunitas menjadi kunci.
Harapan ke Depan
Anas berharap pemerintah terus membuka ruang bagi Karang Taruna dan Gen Z untuk terlibat dalam berbagai program pembangunan. Selain membantu menyelesaikan persoalan di lingkungan, keterlibatan mereka juga diharapkan melahirkan lebih banyak pelaku ekonomi kreatif yang mampu memperkuat perekonomian warga sekaligus menciptakan peluang usaha baru di tingkat kampung.
Dengan semangat gotong royong dan inovasi, Surabaya dapat menjadi contoh bagaimana generasi muda menjadi penggerak ekonomi kampung yang tangguh. Langkah ini tidak hanya membangun ekonomi, tetapi juga membangun karakter dan kemandirian generasi penerus bangsa.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










