Mahasiswa UGM Bangun Bisnis Dimsum dari Rumah, Kini Punya Empat Outlet di Jogja

Mahasiswa UGM Bangun Bisnis Dimsum dari Rumah, Kini Punya Empat Outlet di Jogja

Suara Pecari, Yogyakarta – Muhammad Winesqi Nibras, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada (UGM) berusia 20 tahun, berhasil mengembangkan bisnis kuliner dimsum mentai bernama House of Ninoms dari usaha rumahan menjadi empat outlet yang tersebar di Yogyakarta.

Awal Mula Bisnis Dimsum

Bisnis ini dimulai ketika Nibras masih duduk di bangku sekolah bersama sang kakak dengan tujuan mengumpulkan biaya untuk memberangkatkan ibu mereka menunaikan ibadah umrah. Pada awalnya, mereka berjualan menggunakan dua meja kecil di depan rumah dengan perlengkapan sederhana seperti kompor camping dan banner yang dicetak sendiri.

Transformasi dan Pengembangan Menu

Setelah berkembang, bisnis yang awalnya bernama Ninoms ini bertransformasi menjadi House of Ninoms dengan konsep Japanese-Indonesian Fusion. Konsep ini tidak hanya menghadirkan dimsum mentai, tetapi juga berbagai menu baru seperti Ninoms Signature Kabayaki Nikudon, yaitu nasi dengan daging sapi panggang yang diberi sentuhan api (torch) dan dilengkapi dengan telur onsen.

Menu Unggulan

  • Dimsum Mentai: Menu andalan yang menjadi ciri khas House of Ninoms.
  • Ninoms Signature Kabayaki Nikudon: Nasi dengan daging sapi panggang yang memiliki cita rasa smokey dan telur onsen sebagai pelengkap.

Perkembangan Bisnis dan Operasional

Seiring pertumbuhan usaha, House of Ninoms kini memiliki empat outlet yang tersebar di Yogyakarta, termasuk outlet terbaru yang dibuka di Jalan Wiratama, Tegalrejo, sekitar 100 meter di selatan Museum Diponegoro. Bisnis yang awalnya dijalankan berdua bersama sang kakak kini melibatkan puluhan karyawan untuk mendukung operasional di tiap outlet.

Makna dan Harapan

Bagi Nibras, perkembangan bisnis ini merupakan perjalanan yang luar biasa. Dari usaha kecil yang dilakukan di depan rumah, kini House of Ninoms telah mendapatkan kepercayaan luas dari pelanggan. Nibras menegaskan bahwa tujuan utama mereka adalah menciptakan produk yang memberikan pengalaman berkesan bagi para pelanggan.

“Dulu aku mulai Ninoms ini ketika masih di bangku sekolah dan aku enggak nyangka dua tahun kemudian Ninoms akan menjadi sebesar ini dan banyak orang yang percaya akan Ninoms. Yang aku tahu hanyalah aku nyoba buat bikin produk aku ini bisa memberikan pengalaman yang berkesan untuk para customer,” ujarnya.

Kontribusi pada Ekonomi Lokal

Perkembangan House of Ninoms tidak hanya memberikan manfaat bagi para pendiri dan pelanggan, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat. Keberhasilan bisnis ini menjadi contoh inspiratif bagi mahasiswa dan pelaku usaha muda di Yogyakarta dalam mengembangkan bisnis kuliner berbasis rumah menjadi usaha yang lebih besar dan profesional.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *