El Nino Diprediksi hingga Mei 2027, Petani Diminta Sesuaikan Masa Tanam

El Nino Diprediksi hingga Mei 2027, Petani Diminta Sesuaikan Masa Tanam

Suara Pecari – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi fenomena El Nino akan berlangsung hingga Mei 2027. Kondisi ini mengakibatkan musim kemarau yang lebih panjang dan kering, terutama di wilayah selatan garis khatulistiwa, sehingga petani diminta menyesuaikan masa tanam guna menghindari risiko gagal panen.

Penyesuaian Masa Tanam oleh Petani

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan bahwa percepatan masa tanam menjadi langkah penting agar petani tetap dapat menanam komoditas pangan meskipun menghadapi kondisi El Nino yang kuat. Wilayah terdampak meliputi Nusa Tenggara Timur (NTT), Nusa Tenggara Barat (NTB), Bali, Pulau Jawa, Sumatera bagian selatan, hingga Papua Selatan.

Penyesuaian ini bertujuan untuk menghindari musim kemarau panjang yang dapat menyebabkan gagal panen. Saat musim hujan kembali pada Oktober, dampak El Nino diperkirakan mulai berkurang, namun adaptasi sejak awal tetap diperlukan.

Varietas Tanaman Tahan Kekeringan dan Pendampingan Petani

Selain penyesuaian masa tanam, BMKG mendorong penggunaan varietas tanaman yang tahan terhadap kondisi kering. Petani diberikan pendampingan melalui program Sekolah Lapang Iklim yang melibatkan dinas pertanian dan penyuluh pertanian lapangan. BMKG telah melatih lebih dari 40 ribu peserta dalam program ini, yang juga mencakup edukasi soal cuaca bagi nelayan serta kesiapsiagaan terhadap gempa bumi dan tsunami.

Modifikasi Cuaca untuk Menjaga Pasokan Air

Dalam sektor energi, BMKG melakukan operasi modifikasi cuaca untuk menambah pasokan air di waduk yang digunakan sebagai sumber air baku, irigasi, dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, menjelaskan bahwa berkurangnya curah hujan akibat El Nino mengurangi pasokan air ke waduk, sehingga modifikasi cuaca menjadi solusi strategis.

Operasi modifikasi cuaca telah dilakukan di beberapa lokasi, antara lain Danau Toba, Danau Poso, Sungai Poso, serta Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum di Jawa Barat yang mendukung PLTA Cirata, Saguling, dan Jatiluhur. Kerja sama dengan pengelola waduk dan Kementerian Pekerjaan Umum memastikan pasokan energi, air, dan kebutuhan pertanian tetap terjaga.

Konsolidasi Langkah Pemerintah Menghadapi El Nino

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Bappenas bersama BMKG dan sejumlah kementerian/lembaga telah menyusun policy brief sebagai panduan menghadapi dampak El Nino di berbagai sektor. Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN Bappenas, Leonardo Teguh Sambodo, menyatakan dokumen ini merupakan upaya konsolidasi langkah pemerintah dalam menghadapi fenomena yang kini berada pada fase kuat.

<

Policy brief tersebut memuat langkah-langkah penanganan di sektor pertanian, pangan akuatik atau pesisir, energi, sumber daya air, hingga kesehatan, dengan tujuan meningkatkan kesiapsiagaan dan respons pemerintah secara terpadu.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *