Harapan Damai di Selat Hormuz Dorong Harga Emas Dunia Naik 0,7 Persen
Suara Pecari – Harga emas dunia mengalami penguatan sebesar 0,7 persen pada Kamis, 6 Agustus 2026, seiring dengan harapan kemajuan pembahasan pembukaan kembali Selat Hormuz. Kenaikan ini terjadi di tengah prospek meredanya tekanan inflasi dan kemungkinan berkurangnya kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed) Amerika Serikat.
Faktor Penggerak Kenaikan Harga Emas
Pembukaan jalur pelayaran di Selat Hormuz dianggap dapat mengurangi ketegangan di pasar energi global. Hal ini berpotensi menurunkan tekanan inflasi yang selama ini mempengaruhi kebijakan moneter ketat di AS. Harga emas spot sempat mendekati angka USD 4.280 per troy ons, dengan catatan naik menjadi USD 4.277,41 per troy ons pada pukul 08.00 waktu Singapura.
Selain emas, harga logam mulia lain seperti perak, platinum, dan paladium juga mengalami kenaikan, masing-masing sebesar 0,3 persen untuk perak, menunjukkan minat investor yang meningkat terhadap aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Konteks Politik dan Ekonomi
Perkembangan pembahasan antara AS dan Iran terkait pembukaan Selat Hormuz semakin memperkuat sentimen positif pasar. Iran telah mencapai kesepakatan dengan Oman mengenai jalur pelayaran sementara yang akan berlangsung selama 2-4 bulan. Namun, pihak Iran menegaskan bahwa jalur ini bersifat sementara dan belum menandai pembukaan penuh Selat Hormuz.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa negosiasi masih berlangsung dan peluang tercapainya kesepakatan bisa muncul dalam waktu dekat. Kondisi ini membuat pasar memperkirakan adanya satu kali kenaikan suku bunga The Fed hingga akhir tahun, lebih rendah dari prediksi sebelumnya.
Dampak terhadap Kebijakan Moneter dan Pasar Energi
Prospek pelonggaran pengetatan moneter biasanya menjadi sentimen positif bagi harga emas, karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil dan lebih menarik ketika suku bunga rendah. Namun, Gubernur The Fed Lisa Cook mengingatkan bahwa kenaikan suku bunga masih mungkin terjadi jika inflasi tidak menunjukkan penurunan signifikan. Inflasi yang bertahan di atas target 2 persen akan menyulitkan pengendalian oleh bank sentral.
Di sisi lain, TD Securities mengingatkan bahwa pasar energi yang masih ketat menjadi tantangan bagi reli emas dalam jangka panjang, mengingat ketergantungan harga logam mulia terhadap dinamika energi global.
Kesimpulan
Kenaikan harga emas dunia sebesar 0,7 persen pada awal Agustus 2026 merupakan respons pasar terhadap harapan damai di Selat Hormuz yang dapat menurunkan tekanan inflasi dan mengubah arah kebijakan suku bunga AS. Namun, dinamika pasar energi dan kebijakan moneter tetap menjadi faktor utama yang harus diperhatikan oleh investor dan pelaku pasar ke depan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










