Beri Bibit Kakao-Kelapa, Mentan Yakin Bisa untuk Pengentasan Kemiskinan di Alor
Suara Pecari, Alor – Menteri Pertanian Amran Sulaiman optimis bahwa pemberian bibit unggul kakao, kelapa, dan mente dapat menjadi solusi pengentasan kemiskinan di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini disampaikan saat kunjungannya untuk meninjau pembibitan kakao sekaligus memastikan harga beras tetap stabil pada Sabtu, 8 Agustus 2026.
Target Pengembangan Komoditas Unggulan di Alor
Kementerian Pertanian menargetkan penanaman komoditas unggulan di lahan seluas minimal 10.000 hektare di Alor. Menteri Amran Sulaiman menjelaskan bahwa setiap hektare lahan yang ditanami dapat mendukung satu keluarga petani, sehingga program ini berpotensi menjangkau sekitar 10.000 keluarga atau lebih dari 40.000 jiwa, mengingat rata-rata anggota keluarga terdiri dari empat orang.
“Kemiskinan di Alor tercatat sekitar 38.000 jiwa. Jika kita bekerja sungguh-sungguh, kemiskinan ini dapat dikurangi secara signifikan dalam waktu tiga tahun,” ujar Amran.
Kesesuaian Komoditas untuk Alor
Ketiga komoditas yang difokuskan, yaitu kelapa, mente, dan kakao, dinilai sangat cocok dengan kondisi alam dan iklim di Alor. Selain memiliki nilai ekonomi, tanaman-tanaman ini juga memberikan manfaat jangka panjang karena masa panennya dapat berlangsung hingga 30-40 tahun.
“Kita tanam sekarang dengan bibit unggul, dan petani bisa panen selama puluhan tahun ke depan. Ini investasi jangka panjang yang berkelanjutan,” tambah Menteri Pertanian.
Bantuan Bibit dan Fasilitas untuk Petani
Berdasarkan hasil diskusi dengan masyarakat dan Dinas Pertanian setempat, Kementerian Pertanian menyepakati pemberian bantuan berupa:
- 500 bibit kakao
- 1.000 bibit kelapa
- 2.000 bibit mente
- 10 unit pompa air, dengan kemungkinan tambahan 10 pompa lagi jika diperlukan
Semua bantuan bibit dan fasilitas tersebut diberikan secara gratis, sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah sebagai bagian dari program prioritas Presiden.
“Saya bangga bibit yang kami kirim tumbuh dengan baik. Biaya bibit dan penanaman ditanggung pemerintah. Ini adalah upaya nyata untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Alor,” tegas Amran.
Dampak dan Harapan Program
Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi komoditas unggulan, tetapi juga membuka akses masyarakat terhadap bibit unggul secara langsung. Dengan keberlanjutan dan manfaat jangka panjang dari tanaman kakao, kelapa, dan mente, diharapkan kapasitas ekonomi masyarakat Alor meningkat secara signifikan sehingga kemiskinan dapat ditekan secara efektif.
Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam mengoptimalkan potensi daerah dan memberdayakan petani lokal melalui dukungan bibit berkualitas dan fasilitas pendukung.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










