IHSG Diproyeksi Terkoreksi, Investor Cermati Sinyal Hawkish The Fed
IHSG Diproyeksi Mengalami Koreksi
Suara Pecari – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan akan mengalami koreksi pada pembukaan perdagangan hari Senin, 31 Agustus 2026. Pada penutupan perdagangan Jumat, 28 Agustus 2026, IHSG turun tipis sebesar 0,06 persen ke level 6.518,12.
Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, mengungkapkan bahwa secara teknikal IHSG berpotensi melemah akibat terbentuknya pola bearish doji star candle. Namun, indikator teknikal seperti MA20-60, Stochastics, dan RSI menunjukkan sinyal penguatan, sehingga koreksi ini belum tentu mengubah tren secara keseluruhan.
Sinyal Hawkish dari The Fed
Sentimen pasar global saat ini dipengaruhi oleh pidato hawkish Ketua The Fed, Kevin Warsh, dalam Simposium Jackson Hole. Warsh menegaskan bahwa pengendalian inflasi tetap menjadi prioritas utama bank sentral Amerika Serikat, yang meningkatkan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada September 2026 menjadi 59 persen, naik signifikan dari sebelumnya 35 persen menurut CME FedWatch Tool.
Kenaikan suku bunga AS berpotensi mendorong lonjakan imbal hasil (yield) obligasi US Treasury dan penguatan dolar AS. Kondisi ini dapat menekan nilai tukar rupiah dan memicu arus keluar dana asing (capital outflow) dari pasar negara berkembang seperti Indonesia, yang berdampak negatif terhadap IHSG.
Dampak Terhadap Pasar Saham Indonesia
M. Nafan Aji Gusta menyatakan bahwa dampak awal pidato Warsh cenderung negatif bagi IHSG karena meningkatkan risiko premi risiko (risk premium) pasar negara berkembang. Namun, sentimen ini belum cukup kuat untuk mengubah tren IHSG menjadi bearish secara menyeluruh.
Rekomendasi Saham dan Proyeksi IHSG
Untuk menghadapi kondisi pasar yang bergejolak, Mirae Asset Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang berpotensi bertahan dan menguat, antara lain BBRI (Bank Rakyat Indonesia), CTRA (Ciputra Development), dan ENRG (Energi Mega Persada).
Sementara itu, analis dari MNC Sekuritas mencatat bahwa IHSG masih mampu bertahan di atas garis MA20 meskipun mengalami tekanan jual pada pekan lalu. Dalam skenario optimistis, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan menuju kisaran 6.599 hingga 6.666. Sebaliknya, dalam skenario pesimistis, IHSG rentan terkoreksi ke level sekitar 6.289 hingga 6.352.
- Level support IHSG ditetapkan di 6.373 dan 6.272.
- Level resistance berada pada 6.599 dan 6.705.
Rekomendasi saham pilihan dari MNC Sekuritas untuk perdagangan hari ini meliputi AMRT (Sumber Alfaria Trijaya), BUMI (Bumi Resources), INDF (Indofood Sukses Makmur), dan LSIP (Perusahaan Perkebunan London Sumatra Indonesia).
Kesimpulan
Investor di pasar saham Indonesia disarankan untuk cermat mengamati perkembangan kebijakan The Fed yang berpotensi memengaruhi pergerakan IHSG. Meski terdapat tekanan koreksi, pasar masih menunjukkan sinyal penguatan yang memberikan peluang bagi investor yang selektif dalam memilih saham.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










