Program Satu Orang Satu Rekening Diharapkan Dongkrak Inklusi Keuangan Indonesia
Suara Pecari – Pemerintah melalui Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa program Satu Orang Satu Rekening yang tengah disiapkan bertujuan meningkatkan inklusi keuangan nasional hingga mendekati 99 persen pada tahun 2026. Target ini mengalami peningkatan dari survei sebelumnya yang mencatat tingkat inklusi keuangan sebesar 93,61 persen.
Tujuan dan Sasaran Program
Program ini dirancang untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal. Pemerintah menargetkan sebanyak 25 juta warga berusia 17 tahun ke atas, khususnya yang termasuk dalam kelompok desil 1 hingga 4 atau prasejahtera, agar dapat membuka rekening bank. Untuk mendukung hal tersebut, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,28 triliun, termasuk memberikan setoran awal sebesar Rp 50.000 per rekening.
Pelaksanaan dan Dukungan
Data sasaran peserta sedang dipersiapkan oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia. Selain program ini, pemerintah juga mengembangkan program lain seperti Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) yang telah diikuti oleh lebih dari 59 juta peserta dengan total dana tabungan mencapai Rp 27 triliun. Program KEJAR bertujuan meningkatkan literasi dan inklusi keuangan sejak dini agar pelajar dapat mengelola keuangan secara baik.
Upaya Memperkuat Inklusi Keuangan
Pemerintah juga memperluas akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR), kredit untuk sektor pertanian, industri padat karya, serta program perumahan. Pengembangan ini didukung oleh Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Pada tahun ini, pemerintah menargetkan penyaluran kredit sebesar Rp 300 triliun, dengan realisasi hingga 20 Oktober 2026 mencapai Rp 257,84 triliun kepada sekitar 4 juta debitur.
Kredit untuk Perempuan Prasejahtera
Dalam upaya mendukung kelompok perempuan prasejahtera, pemerintah menurunkan suku bunga kredit dari sebelumnya 18-25 persen menjadi 8 persen flat per tahun. Arahan ini disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan telah mulai dilaksanakan, sebagai bagian dari inklusi dan pemerataan akses keuangan.
Signifikansi Program
Program Satu Orang Satu Rekening menjadi langkah strategis pemerintah untuk mendorong inklusi keuangan yang lebih merata di Indonesia. Dengan akses ke layanan keuangan formal yang lebih luas, diharapkan masyarakat, terutama kelompok prasejahtera, dapat menikmati manfaat layanan keuangan seperti tabungan, kredit, dan perlindungan keuangan lainnya yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










