Bank Mandiri Bukukan Laba Rp 45,5 Triliun Hingga September 2026 dengan Pertumbuhan Kredit 16 Persen

Suara Pecari – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp 45,5 triliun hingga September 2026, mengalami kenaikan 20,7 persen secara tahunan. Pencapaian ini didorong oleh pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 16 persen, peningkatan transaksi digital, serta efisiensi operasional yang terus membaik.

Kinerja Keuangan yang Meningkat

Direktur Keuangan Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menyampaikan bahwa kinerja keuangan yang solid ini mencerminkan fokus perseroan dalam menjaga kualitas pertumbuhan yang berkelanjutan. Realisasi laba bersih konsolidasi sebesar Rp 45,5 triliun menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca juga:

Selain itu, Bank Mandiri juga mampu memberikan imbal hasil optimal kepada pemegang saham dengan realisasi dividen sebesar Rp 50,6 triliun sepanjang 2026.

Ekspansi Kredit dan Dana Pihak Ketiga

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit secara bank only mencapai Rp 1.606 triliun hingga September 2026, tumbuh 16 persen year on year (yoy). Angka ini melampaui pertumbuhan 11,6 persen pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) juga mencatat pertumbuhan yang signifikan sebesar 17,7 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan capaian 12,3 persen pada September 2025. Bank Mandiri memprioritaskan penguatan dana murah, tercermin dari loan to deposit ratio (LDR) harian sebesar 94,8 persen pada kuartal III 2026, dan posisi akhir September di level 91 persen.

Perkembangan Ekosistem Digital

Bank Mandiri memacu penghimpunan DPK melalui pengembangan ekosistem digital. Aplikasi Livin’ by Mandiri mencatat penambahan rata-rata 20.000 pengguna baru per hari, dengan total pengguna aktif tumbuh 13 persen yoy hingga September 2026.

Kualitas Aset dan Kredit Berdasarkan Segmen

Kualitas aset Bank Mandiri juga menunjukkan perbaikan dengan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) turun menjadi 0,98 persen dari 1,03 persen pada periode tahun lalu.

Baca juga:

Secara segmen, penyaluran kredit di ekosistem BUMN dan pemerintah tumbuh 23,8 persen yoy menjadi Rp 473 triliun dengan NPL 0,15 persen. Kredit pada ekosistem bisnis penopang ekonomi meningkat 18,5 persen yoy menjadi Rp 910 triliun dengan NPL 0,47 persen. Sedangkan untuk segmen UMKM, penyaluran kredit usaha mikro tumbuh 12,9 persen yoy mencapai Rp 31,2 triliun yang menjangkau 37 provinsi di Indonesia.

Antisipasi Risiko Global

Dalam menghadapi ketidakpastian kondisi global, Bank Mandiri terus mengantisipasi risiko geopolitik, pergerakan suku bunga global, dan potensi perlambatan ekonomi dunia yang dapat memengaruhi biaya likuiditas serta nilai tukar domestik.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *