BNPB Tambah Armada Water Bombing dan Pesawat OMC untuk Padamkan Karhutla di Jawa Timur

Suara Pecari, Jawa Timur – Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menambah dukungan armada udara guna mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Jawa Timur. Penambahan armada ini akan digunakan di beberapa kawasan gunung, termasuk Gunung Arjuno, Bromo, Semeru, Butak, dan Ijen.

Penambahan Armada untuk Pemadaman

Kepala BNPB, Letjen TNI Kristomei Sianturi, menyatakan bahwa pihaknya mengirimkan satu helikopter water bombing dari Kalimantan Selatan ke Malang dan satu pesawat operasi modifikasi cuaca (OMC) dari Kalimantan Barat sebagai dukungan tambahan. Armada ini bertujuan memperkuat upaya pemadaman yang sedang dilakukan bersama pemerintah daerah, TNI, dan unsur terkait lainnya.

Baca juga:

Kristomei berharap dengan tambahan armada ini, pemadaman dapat berlangsung lebih cepat sehingga kebakaran tidak meluas.

Upaya Pemadaman Sebelumnya dan Teknologi Pendukung

Penambahan armada dari pemerintah pusat melengkapi langkah-langkah yang sudah dijalankan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pemprov telah menerbangkan pesawat water bombing sebanyak 462 kali untuk memadamkan titik api. Selain itu, teknologi drone water spray dengan kapasitas 100 liter juga digunakan untuk menjangkau area yang sulit diakses karena kondisi tebing curam.

Skala dan Dampak Kebakaran

Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, selama masa siaga darurat, karhutla telah terjadi di 26 kabupaten/kota dengan total 184 kejadian. Luas lahan yang terbakar mencapai 11.449 hektare, di mana sekitar 77,05 persen berada di kawasan hutan konservasi. Hal ini menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman api, tetapi juga pada perlindungan ekosistem dan kawasan hutan yang terdampak.

Faktor Penyebab dan Penegakan Hukum

Kemunculan titik api secara bersamaan di beberapa gunung juga menjadi perhatian karena mengindikasikan kemungkinan adanya faktor aktivitas manusia, baik kesengajaan maupun kelalaian. Oleh karena itu, selain penguatan armada pemadaman, aparat penegak hukum bersama satuan tugas gabungan TNI, Polri, dan pemerintah daerah meningkatkan pengawasan dan penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti menyebabkan kebakaran.

Langkah ini diharapkan memberikan efek jera dan mencegah munculnya titik api baru di kawasan hutan dan gunung.

Baca juga:

Peran Strategis Armada dan Operasi Modifikasi Cuaca

Helikopter water bombing berperan penting dalam menjangkau lokasi kebakaran yang sulit diakses dari darat. Sedangkan pesawat OMC digunakan untuk operasi modifikasi cuaca guna meningkatkan peluang turunnya hujan yang dapat membantu mempercepat pemadaman api secara alami.

Kesimpulan

Penambahan armada water bombing dan pesawat OMC oleh BNPB merupakan langkah strategis untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan di Jawa Timur yang melanda banyak daerah dan berpotensi merusak ekosistem hutan konservasi. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan teknologi modern menjadi kunci dalam menghadapi tantangan karhutla yang terus berulang setiap tahun. Penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran juga menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan jangka panjang.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *