Hari Santri di Pandeglang, Pesantren Turus Soroti Literasi dan Pengembangan UMKM

Suara Pecari, Pandeglang – Perayaan Hari Santri Nasional tahun 2026 di Kabupaten Pandeglang menyoroti pentingnya literasi dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui kegiatan Turus Expo yang diselenggarakan oleh Pondok Pesantren (Ponpes) Turus.

Turus Expo menghadirkan pameran buku, diskusi literasi, dan berbagai perlombaan yang dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Kegiatan ini bertujuan mendorong pesantren tidak hanya sebagai benteng moral dan pendidikan agama, tetapi juga sebagai pusat pengembangan pengetahuan dan ekonomi masyarakat sekitar.

Baca juga:

Peran Literasi dalam Pesantren

Pimpinan Ponpes Turus, KH Tubagus Ahmad Dahlani Idrus, menegaskan bahwa literasi menjadi aspek penting yang perlu diperkuat di pesantren. Menurutnya, melalui kegiatan seperti pameran buku dan diskusi, santri dapat memperluas wawasan dan keterampilan yang mendukung pengembangan diri di luar pendidikan agama dan moral.

KH Tubagus Ahmad Dahlani juga menyatakan bahwa Turus Expo menjadi wadah untuk menghubungkan tradisi keilmuan pesantren dengan aktivitas ekonomi masyarakat, terutama melalui pengembangan UMKM yang menjadi salah satu fokus utama acara ini.

Sejarah dan Perkembangan Pesantren Turus

Pondok Pesantren Turus telah berdiri sejak tahun 1942 dan telah melahirkan banyak alumni yang berkiprah di berbagai profesi, mulai dari ulama, guru, hingga pejabat dan politikus. Hal ini menunjukkan kontribusi pesantren dalam membentuk sumber daya manusia yang berdaya saing dan berperan aktif di masyarakat.

Dukungan Pemerintah Daerah

Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, menyambut positif upaya yang dilakukan Ponpes Turus dalam memperkuat pendidikan santri melalui literasi dan kegiatan ekonomi. Ia menekankan pentingnya pendidikan pondok pesantren yang komprehensif agar para santri tidak hanya menguasai ilmu agama tetapi juga mampu menghadapi tantangan sosial dan ekonomi di masyarakat.

Dimyati menambahkan, “Para santri harus dididik, dijaga, dibiayai, dan diarahkan agar menjadi orang-orang besar. Pendidikan pondok pesantren merupakan pendidikan paket komplet.” Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pengembangan pesantren sebagai institusi pendidikan yang holistik.

Baca juga:

Pengembangan UMKM sebagai Wadah Ekonomi Santri

Selain fokus pada literasi, Turus Expo juga menyediakan ruang bagi pengembangan UMKM yang dikelola oleh santri dan masyarakat sekitar. Kegiatan ini membuka peluang baru dalam pemberdayaan ekonomi yang mengintegrasikan keilmuan pesantren dengan praktik bisnis yang berkelanjutan.

Dengan demikian, peringatan Hari Santri di Pandeglang melalui Turus Expo tidak hanya menjadi momentum untuk memperingati jasa para santri dan ulama, tetapi juga mendorong peran pesantren dalam pembangunan ekonomi lokal melalui literasi dan pengembangan usaha.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *