IHSG Diproyeksi Melemah ke Level 4.907 pada Perdagangan Selasa, Imbas Aksi Jual Investor Asing

IHSG Diproyeksi Melemah ke Level 4.907 pada Perdagangan Selasa, Imbas Aksi Jual Investor Asing

Suara Pecari – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi mengalami pelemahan pada pembukaan perdagangan Selasa, 3 November 2026, dengan rentang pergerakan antara 4.969 hingga 4.907. Penurunan ini terjadi setelah IHSG sebelumnya menguat pada perdagangan Senin, 2 November 2026, sebesar 39,78 poin atau 0,79 persen ke level 5.096,83.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pelemahan IHSG

Menurut analis teknikal senior dari Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M. Nafan Aji Gusta, pergerakan IHSG menunjukkan sinyal mixed dengan indikator Stochastics K-D yang menunjukan tren negatif serta volume perdagangan yang menurun. Hal ini menunjukkan adanya tekanan jual yang cukup besar di pasar.

Baca juga:

Sentimen utama yang memengaruhi pasar adalah aksi jual investor asing yang konsisten secara harian, yang menimbulkan tekanan signifikan pada IHSG. Selain itu, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang berada di kisaran Rp 18.156 per dolar AS turut meningkatkan persepsi risiko investasi di pasar domestik.

Kondisi Global dan Komoditas

Di kancah internasional, pelaku pasar tengah mengamati pemilihan paruh waktu (midterm elections) Amerika Serikat yang akan berlangsung pada 3 November 2026. Peristiwa ini berpotensi meningkatkan volatilitas pasar global sehingga memengaruhi sentimen investor di pasar saham Indonesia.

Sementara itu, harga minyak mentah Brent mengalami penurunan sekitar 7,6 persen ke level USD 104,81 per barel. Penurunan harga minyak ini memberikan sentimen positif karena dapat meredakan kekhawatiran terkait tekanan inflasi energi, yang selama ini menjadi salah satu faktor risiko bagi pasar saham global dan domestik.

Sentimen Positif dari Data Ekonomi Domestik

Meski terdapat tekanan dari aksi jual asing dan nilai tukar rupiah, kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih menunjukkan kekuatan. Inflasi per Oktober 2026 tercatat melandai ke level 3,23 persen (year on year), surplus neraca perdagangan pada September mencapai USD 3,36 miliar, serta Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur tetap berada di zona ekspansif dengan angka 54,0 pada Oktober, naik dari 52,4 sebelumnya.

Rekomendasi Saham dan Proyeksi Pergerakan IHSG

Berdasarkan analisis Mirae Asset Sekuritas, saham-saham yang direkomendasikan untuk diperhatikan pada Selasa adalah BUMI, DEWA, dan MDKA. Sementara itu, MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG dapat bergerak bervariasi dengan potensi pelemahan di rentang 4.763-4.845 dan menguat di kisaran 5.456-5.564.

Baca juga:

MNC Sekuritas juga merekomendasikan saham BBRI, ESSA, MAPA, dan PGEO untuk dipantau oleh investor pada hari tersebut. Proyeksi ini menunjukkan adanya peluang penguatan IHSG menuju kisaran 5.456-5.564, namun risiko koreksi tetap ada jika tekanan jual berlanjut.

Kesimpulan

Pergerakan IHSG pada perdagangan Selasa, 3 November 2026, diperkirakan masih akan melemah akibat aksi jual investor asing dan pelemahan rupiah. Namun, sentimen positif dari kondisi fundamental ekonomi dalam negeri serta dinamika harga komoditas dapat menjadi penopang bagi pasar. Investor disarankan untuk memperhatikan dinamika global dan domestik secara seksama dalam mengambil keputusan investasi.

Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca. Artikel ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual produk investasi tertentu.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *