Pabrik Coca-Cola Indonesia Pasang PLTS Atap 1,4 MW, Kurangi Emisi 1.180 ton CO2 per Tahun

Pabrik Coca-Cola Indonesia Pasang PLTS Atap 1,4 MW, Kurangi Emisi 1.180 ton CO2 per Tahun

Suara Pecari, Bekasi – Coca-Cola Indonesia kembali memperkuat komitmen keberlanjutannya dengan memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap berkapasitas 1,4 megawatt (MW) di fasilitas produksi Bekasi Plant 2, Jawa Barat. Langkah ini bertujuan mengurangi emisi karbon hingga 1.180 ton CO2 per tahun.

Inisiatif Energi Terbarukan di Fasilitas Produksi

Pemasangan PLTS atap di fasilitas Bekasi Plant 2 merupakan kelanjutan dari upaya Coca-Cola Indonesia dalam mengadopsi energi terbarukan pada proses manufaktur. Customer Service Supply Chain Director Coca-Cola Europacific Partners Indonesia (CCEP), Linda Christina Daryanto, menyatakan bahwa energi memainkan peran penting dalam menjaga kelancaran dan efisiensi operasional perusahaan, sekaligus berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon untuk mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Baca juga:

Kolaborasi dengan PT Cikarang Listrindo

Proyek PLTS atap ini dilakukan bekerja sama dengan PT Cikarang Listrindo yang menyediakan teknologi dan infrastruktur untuk memanfaatkan energi terbarukan secara efektif dalam operasional pabrik. Linda menekankan pentingnya kolaborasi antara pengguna energi, penyedia energi, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya agar transformasi energi terbarukan dapat berjalan lebih cepat dan berdampak luas.

Jejak Pemasangan PLTS Sebelumnya

Fasilitas Bekasi Plant 2 merupakan lokasi keempat bagi Coca-Cola Indonesia yang memasang PLTS atap. Sebelumnya, instalasi serupa telah dilakukan di Bekasi Plant 1, Mega Distribution Center di Pasuruan, serta pabrik di Semarang. Upaya ini menunjukkan konsistensi perusahaan dalam mengintegrasikan sumber energi terbarukan sebagai bagian dari strategi keberlanjutan mereka.

Dampak dan Signifikansi

Dengan kapasitas 1,4 MW, PLTS atap di Bekasi Plant 2 mampu mengurangi emisi karbon sebesar 1.180 ton CO2 setiap tahunnya. Pengurangan emisi ini tidak hanya mendukung target lingkungan Coca-Cola Indonesia, tetapi juga berkontribusi pada upaya nasional dalam mengurangi dampak perubahan iklim. Inisiatif ini menjadi contoh nyata bagaimana industri manufaktur dapat berperan aktif dalam transisi energi bersih.

Baca juga:

Kesadaran dan Tanggung Jawab Perusahaan

Langkah pemasangan PLTS atap merupakan wujud kesadaran Coca-Cola Indonesia terhadap tanggung jawab lingkungan yang melekat pada aktivitas manufaktur. Selain meningkatkan efisiensi energi, penggunaan energi terbarukan di fasilitas produksi juga mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan ekonomi rendah karbon.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *