Trump Tegaskan Blokade Selat Hormuz Menguntungkan bagi AS, Sambil Menyulut Ketegangan dengan Iran

Trump Tegaskan Blokade Selat Hormuz Menguntungkan bagi AS, Sambil Menyulut Ketegangan dengan Iran

Suara Pecari | Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa operasi penahanan kapal Iran di Selat Hormuz merupakan peluang ekonomi yang menguntungkan bagi negara.

Pernyataan tersebut disampaikan pada sebuah acara publik di Florida pada 1 Mei 2026, tidak lama setelah insiden penembakan pada White House Correspondents’ Dinner.

Trump menekankan bahwa Amerika telah mengambil alih kargo dan minyak Iran, menyebutnya “bisnis yang sangat menguntungkan” dan menambahkan, “Kami seperti bajak laut, tetapi kami tidak bermain-main.”

Ia membela blokade Selat Hormuz dengan menuduh Iran telah memanfaatkan selat tersebut sebagai senjata geopolitik selama bertahun‑tahun, lalu menutupnya sehingga AS menutupnya kembali.

Presiden juga meragukan keberhasilan perundingan nuklir dengan Tehran, menyatakan mungkin lebih baik tidak ada kesepakatan, namun menegaskan kebuntuan tidak dapat dibiarkan berlanjut.

AS dan Israel melancarkan serangan udara terhadap Iran pada 28 Februari 2026, memicu balasan Teheran terhadap sekutu‑sekutu AS di Teluk dan penutupan total Selat Hormuz.

Gencatan senjata yang dimediasi Pakistan diumumkan pada 8 April, namun perundingan di Islamabad pada 11‑12 April tidak menghasilkan kesepakatan permanen.

Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata secara sepihak atas permintaan Pakistan, sementara blokade Selat Hormuz yang dimulai 13 April tetap diterapkan.

Pihak militer AS melaporkan bahwa blokade menargetkan lalu lintas maritim Iran, menyita kapal tanker dan kontainer yang keluar dari pelabuhan Iran atau melanggar sanksi.

Pemerintahan Trump juga berusaha membentuk koalisi internasional untuk membuka kembali jalur penting yang mengalirkan sekitar 20 persen minyak dunia melalui Selat Hormuz.

Para analis memperingatkan bahwa blokade dapat menaikkan harga minyak dan menambah ketidakstabilan regional, namun Trump menegaskan kebijakan tersebut sebagai kemenangan strategis bagi AS.

Situasi masih dinamis, dengan upaya diplomatik terus berjalan dan angkatan laut AS mempertahankan kehadirannya untuk menegakkan blokade Selat Hormuz hingga tercapai resolusi.

Tinggalkan Balasan