Mengantar Khamenei untuk Terakhir Kali: Iran Bersiap untuk Pemakaman Kenegaraan Terbesar dalam Sejarah
Suara Pecari, Teheran, 7 Juli 2026 — Suasana duka menyelimuti Iran sejak Jumat (3/7/2026) lalu, ketika jenazah Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran yang wafat pada usia 86 tahun, mulai disemayamkan di Grand Mosalla, Teheran. Khamenei tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke Iran, memicu gelombang kesedihan nasional sekaligus kemarahan yang meluas. Pemerintah Iran menyiapkan pemakaman kenegaraan berskala besar, yang diperkirakan menjadi salah satu yang terbesar dalam sejarah Iran, dengan jutaan pelayat dari seluruh penjuru negeri dan delegasi dari puluhan negara.
Kronologi Peristiwa: Dari Wafat hingga Pemakaman
Khamenei meninggal pada 1 Juli 2026 dalam serangan udara AS-Israel yang menargetkan kediamannya di Teheran. Serangan itu juga menewaskan beberapa anggota keluarganya, termasuk seorang cucu perempuan berusia 14 bulan. Pemerintah Iran segera mengumumkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan mempersiapkan pemakaman kenegaraan. Jenazah Khamenei beserta anggota keluarganya disemayamkan di Grand Mosalla sejak Jumat (3/7). Pada Sabtu (4/7), prosesi penghormatan resmi dimulai, dihadiri oleh pejabat tinggi Iran, tokoh agama, dan delegasi asing. Jenazah akan disemayamkan selama tiga hari sebelum dibawa ke kota suci Najaf dan Karbala di Irak, dan akhirnya dimakamkan di kompleks makam Imam Reza di Mashhad pada 9 Juli.
Suasana Penghormatan Terakhir: Isak Tangis dan Solidaritas
Di Grand Mosalla, ribuan pelayat mengantre untuk memberikan penghormatan terakhir. Peti jenazah Khamenei yang diselimuti bendera tiga warna Iran menjadi pusat perhatian. Banyak pelayat yang menangis histeris saat melihat pemimpin mereka untuk terakhir kalinya. Presiden Iran Masoud Pezeshkian, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, dan Kepala Korps Garda Revolusi Ahmad Vahidi turut hadir. Kehadiran Vahidi menjadi penampilan publik pertamanya sejak konflik pecah. Para pejabat asing juga memberikan penghormatan, termasuk Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif, mantan Presiden Rusia Dmitry Medvedev, dan Menteri Luar Negeri Taliban Afghanistan. Delegasi dari Hamas dan Hizbullah juga hadir, menegaskan solidaritas poros perlawanan.
Delegasi Asing dan Pengamanan Ketat
Pemerintah Iran memperkirakan perwakilan dari sekitar 30 negara akan hadir. China dan sejumlah negara tetangga Iran di Kaukasus telah mengonfirmasi pengiriman delegasi resmi. Indonesia turut hadir melalui Duta Besar RI di Teheran, Rolliansyah Soemirat, yang mendapat apresiasi dari pihak Iran. Sementara itu, pengamanan diperketat di seluruh Teheran. Jalan-jalan utama, termasuk Azadi Avenue yang menjadi jalur iring-iringan jenazah, dijaga ketat. Tenda-tenda Bulan Sabit Merah didirikan di taman-taman kota untuk menampung para pelayat. Truk tangki air disiagakan untuk menyemprotkan air guna mendinginkan suhu di tengah kerumunan massa.
Dampak dan Implikasi: Simbol Persatuan di Tengah Krisis
Pemakaman Khamenei bukan sekadar upacara duka, tetapi juga menjadi ajang konsolidasi politik dan simbol persatuan nasional. Di tengah meningkatnya ketegangan dengan AS dan Israel, pemerintah Iran menggunakan momen ini untuk memperkuat legitimasi dan solidaritas internal. Seruan Ketua Parlemen Ghalibaf agar rakyat Iran hadir untuk ‘menorehkan lembaran sejarah yang gemilang’ dan ‘seruan pembalasan’ menggema di kalangan pelayat. Pemakaman ini juga menjadi panggung diplomasi, dengan kehadiran tokoh-tokoh asing yang menunjukkan dukungan terhadap Iran. Namun, di sisi lain, ketidakpastian mengenai penerus Khamenei, putranya Mojtaba Khamenei, yang belum muncul di publik sejak diangkat, menimbulkan pertanyaan tentang arah kepemimpinan Iran ke depan.
Jadwal dan Rangkaian Acara Pemakaman
| Tanggal | Acara | Lokasi |
|---|---|---|
| 3 Juli 2026 | Penyemayaman jenazah di Grand Mosalla | Teheran |
| 4-6 Juli 2026 | Penghormatan publik dan pejabat | Grand Mosalla, Teheran |
| 7 Juli 2026 | Iring-iringan jenazah menuju Bandara | Azadi Avenue, Teheran |
| 8 Juli 2026 | Pemakaman di Najaf dan Karbala | Irak |
| 9 Juli 2026 | Pemakaman di kompleks Imam Reza | Mashhad |
Dampak bagi Masyarakat: Antara Duka dan Kewaspadaan
Pemerintah menetapkan hari libur di Teheran, Qom, dan Mashhad selama pemakaman. Perkantoran tutup, lalu lintas dibatasi, dan warga diimbau untuk tidak menggunakan kendaraan pribadi di pusat kota. Banyak warga Teheran yang memilih meninggalkan ibu kota, sementara yang lain membuka rumah mereka untuk menampung pelayat dari luar kota. Suasana kota terasa lengang, namun penuh dengan spanduk dan foto Khamenei. Di tengah duka, terdapat juga ketegangan karena potensi serangan balasan. Aparat keamanan meningkatkan status siaga, dan militer dikerahkan untuk mengamankan jalannya prosesi.
Penutup: Sebuah Lembaran Sejarah yang Berat
Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei bukanlah akhir, melainkan awal dari babak baru bagi Iran. Kepergian pemimpin yang telah berkuasa selama hampir empat dekade meninggalkan kekosongan kepemimpinan yang harus segera diisi. Di tengah tekanan internasional dan ancaman perang, Iran berusaha menunjukkan kekuatan dan persatuannya melalui upacara megah ini. Namun, di balik isak tangis dan bendera merah, pertanyaan tentang masa depan negara itu masih menggantung. Akankah penerusnya mampu mempertahankan warisan Khamenei? Ataukah Iran akan memasuki era baru yang penuh ketidakpastian? Hanya waktu yang bisa menjawab. Kini, seluruh dunia menyaksikan Iran mengantar pemimpinnya untuk terakhir kalinya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










