Bayi Kembar Siam asal Jepara Berhasil Dipisah di RSUP Dr Kariadi Semarang

Bayi Kembar Siam asal Jepara Berhasil Dipisah di RSUP Dr Kariadi Semarang

Suara Pecari, Semarang – RSUP Dr Kariadi Semarang berhasil melakukan operasi pemisahan bayi kembar siam asal Jepara yang bernama Shayna Yumna Arcilla dan Shazia Yumna Arasely. Operasi ini berlangsung selama sekitar 12 jam pada 28 Juli 2026 dan melibatkan 20 dokter spesialis dari berbagai bidang.

Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam

Shayna dan Shazia mengalami kembar siam dengan kondisi tergabung di bagian tulang panggul bawah atau yang dikenal sebagai Ischiopagus Tetrapus. Kondisi ini menyebabkan anus, vagina, dan kandung kemih mereka menyatu, serta dua usus yang bergabung menjadi satu. Sebelum operasi, bayi berusia 1 tahun 6 bulan ini menjalani serangkaian perawatan dan persiapan secara bertahap.

Ketua tim operasi, dr. Agoes Wibisono, menjelaskan bahwa pemisahan dilakukan setelah menunggu kandung kemih bayi cukup besar agar dapat dipisahkan dengan aman. Operasi ini merupakan yang keempat kali dilakukan di RSUP Dr Kariadi untuk kasus kembar siam.

Tim Medis dan Persiapan

Operasi pemisahan ini melibatkan 20 dokter spesialis, termasuk spesialis anak, bedah anak, kandungan, urologi, ortopedi, anestesi, dan bedah plastik. Proses persiapan meliputi diskusi intensif dengan keluarga bayi, termasuk ayah, ibu, dan nenek, untuk memastikan mereka memahami risiko dan manfaat operasi.

Biaya operasi yang mencapai sekitar Rp 200 juta per bayi sebagian besar ditanggung oleh BPJS dan dukungan dari dokter serta karyawan RSUP Dr Kariadi yang peduli terhadap kondisi bayi tersebut.

Perkembangan Pasca Operasi

Direktur Utama RSUP Dr Kariadi, Agus Akhmadi, menyatakan bahwa meski kedua bayi sudah diperbolehkan pulang, pemantauan dan pendampingan akan terus dilakukan. Koordinasi dengan Dinas Kesehatan Jepara dan Puskesmas Nalumsari 1 juga dilakukan guna memastikan tumbuh kembang dan kesehatan bayi tetap terjaga melalui rehabilitasi yang tepat.

Kisah Keluarga dan Harapan

Orang tua bayi, Solihul Huda, mengungkapkan bahwa kondisi kembar siam sudah terdeteksi saat kandungan berusia empat bulan dan langsung dirujuk ke RSUP Dr Kariadi. Ia menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perawatan dan dukungan yang diberikan oleh tim medis selama proses persalinan hingga operasi.

Keluarga kini merasa bahagia dengan perkembangan Shayna dan Shazia setelah melewati operasi besar tersebut.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *