Kabut Asap Memburuk, Pemprov Jambi Liburkan Sekolah PAUD dan TK

Kabut Asap Memburuk, Pemprov Jambi Liburkan Sekolah PAUD dan TK

Suara Pecari, Jambi – Pemerintah Provinsi Jambi mengambil kebijakan meliburkan sementara kegiatan belajar mengajar tatap muka untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-kanak (TK) di Kota Jambi akibat memburuknya kualitas udara yang ditandai dengan kabut asap pekat.

Meliburkan Sekolah PAUD dan TK di Kota Jambi

Keputusan ini diambil menyusul peningkatan Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Kota Jambi yang sempat mencapai angka di atas 200, masuk dalam kategori sangat tidak sehat hingga berbahaya bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak usia dini yang rentan terhadap gangguan pernapasan.

Gubernur Jambi, Al Haris, menyatakan bahwa kebijakan peliburan ini hanya diberlakukan di wilayah dengan kondisi kualitas udara yang memburuk, seperti Kota Jambi, sementara daerah lain seperti Kabupaten Muaro Jambi masih menunggu perkembangan ISPU sebelum menentukan keputusan.

Perkembangan Kualitas Udara dan Evaluasi Kebijakan

Pemantauan melalui aplikasi ISPUnet pada Senin malam menunjukkan perbaikan kualitas udara di Kota Jambi dengan ISPU parameter PM2.5 turun menjadi 171 (kategori tidak sehat) dari sebelumnya 207 (kategori sangat tidak sehat). Namun, di Kabupaten Muaro Jambi, ISPU tetap menunjukkan angka tinggi sebesar 289 (kategori sangat tidak sehat) meskipun turun dari pagi hari yang mencapai 314 (kategori berbahaya).

Gubernur Al Haris menegaskan bahwa pemerintah akan terus memantau perkembangan kualitas udara dan mengevaluasi kebijakan peliburan sekolah pada hari Rabu mendatang, untuk menentukan apakah peliburan perlu diperluas ke wilayah lain atau tidak.

Sumber Kabut Asap dan Dampaknya

Menurut prakirawan BMKG Jambi, M Randy Herdyansyah, kabut asap yang melanda wilayah Jambi tidak hanya berasal dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) lokal, tetapi juga terdistribusi dari wilayah tetangga seperti Sumatera Selatan dan Lampung. Pola angin membawa asap dari arah tenggara hingga selatan menuju wilayah Jambi dan bahkan menyebar ke Provinsi Riau.

Kebakaran Hutan dan Lahan di Jambi

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jambi, luas lahan terbakar sejak awal tahun hingga 19 Agustus 2026 mencapai 658,29 hektare. Kabupaten Muaro Jambi menjadi wilayah dengan lahan terbakar terluas, yaitu 264,78 hektare, diikuti Sarolangun, Batanghari, Tanjung Jabung Barat, Tebo, Tanjung Jabung Timur, Bungo, dan Merangin.

Dampak Kesehatan dan Implikasi Pembelajaran

Kabut asap dengan kualitas udara yang memburuk berpotensi menyebabkan gangguan pernapasan dan kesehatan lainnya, terutama pada anak-anak usia dini yang menjadi alasan utama peliburan sekolah PAUD dan TK. Pemerintah mengimbau masyarakat untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker saat berada di luar rumah.

Pengawasan dan Tindakan Lanjutan

Petugas gabungan terus berupaya memadamkan Karhutla yang menjadi sumber utama kabut asap di wilayah Jambi. Pemerintah daerah juga berkomitmen untuk terus memantau kualitas udara menggunakan ISPU sebagai dasar pengambilan kebijakan terkait aktivitas masyarakat dan pendidikan.

Keputusan peliburan sekolah ini diharapkan dapat melindungi kesehatan anak-anak dan mencegah dampak negatif jangka panjang akibat paparan polusi udara yang tinggi selama periode kabut asap.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *