Ramai-ramai Bantah Korupsi MBG Usai ‘Nyanyian’ Sony Sonjaya: 26 Nama Disebut, Kejagung Masih Kaji JC
Suara Pecari | Ramai-ramai bantah korupsi MBG usai ‘nyanyian’ Sony Sonjaya menjadi fenomena yang mengguncang panggung hukum Indonesia. Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang juga tersangka kasus korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC) dan disebut telah menyetorkan 26 nama ke penyidik Kejaksaan Agung. Nama-nama itu, menurut kuasa hukum Sony, Krisna Murti, mencakup unsur eksekutif, legislatif, hingga yudikatif, dengan dominasi dari kalangan legislatif. Meski belum diumumkan secara resmi, beberapa pihak yang disebut-sebut segera angkat bicara membantah keterlibatan mereka. Fenomena ramai-ramai bantah korupsi MBG usai ‘nyanyian’ Sony Sonjaya ini menunjukkan betapa sensitifnya kasus ini di kalangan elite.
Kejaksaan Agung (Kejagung) hingga kini masih mengkaji permohonan JC Sony Sonjaya. Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah menyatakan ada tiga pertimbangan utama: kecukupan alat bukti, kapasitas Sony sebagai JC, dan perannya dalam perkara. “Nah, ini ada tiga nih. Satu kita lihat apa alat bukti anak-anak yang ada. Perlu nggak keterangan dari dia lagi. Yang kedua, sampai sebatas apa dia kalau posisi JC, bisa nggak maksimal yang seperti apa yang di kapasitas JC-nya. Nah, ini masih butuh waktu lah ya, sebentar nanti kita putuskan,” ujar Febrie di Jakarta, Senin (15/6/2026). Kejagung juga masih mendalami apakah Sony merupakan pelaku utama atau bukan, karena hal itu akan memengaruhi keputusan JC. Jika Sony terbukti sebagai pelaku utama, permohonan JC berpotensi ditolak.
Pakar hukum pidana Universitas Trisakti, Azmi Syahputra, menilai langkah Sony sebagai JC bisa menjadi game changer dalam kasus ini. “Keberadaan JC dalam perkara korupsi tata kelola yang terorganisir justru bertindak mengubah posisi kasus ini dalam makna fungsi ‘game changer’ yang akan menentukan siapa saja pihak yang terlibat, arah pembuktian dan konstruksi dakwaan maupun penuntutan,” katanya. Namun, jika JC ditolak, Kejagung dapat menuntut maksimal tanpa insentif hukum.
Sementara itu, sejumlah pihak beramai-ramai membantah dugaan keterlibatan mereka. Partai Demokrat melalui Kepala Badan Komunikasi Strategis Herzaky Mahendra Putra menegaskan bahwa Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) tidak mengenal Sony Sonjaya. “Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), tidak mengenal Saudara Sony Sonjaya. AHY tidak pernah bertemu maupun berkomunikasi dengan Saudara Sony Sonjaya,” kata Herzaky dalam keterangan tertulis, Selasa (9/6). Bantahan serupa juga disampaikan oleh sejumlah pihak lain yang disebut dalam ‘nyanyian’ Sony.
Kasus ini bermula dari penetapan lima tersangka oleh Kejagung: eks Kepala BGN Dadan Hindayana, eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, orang dekat Sony Asep Yusuf Somantri, serta Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal Andri Mulyono. Mereka diduga melakukan penyimpangan seperti afiliasi dengan yayasan pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan mark up pengadaan motor listrik, sepatu, tablet, serta televisi. Program MBG merupakan program unggulan Presiden yang bertujuan memberikan makanan bergizi gratis kepada anak sekolah, namun kini tercoreng oleh skandal korupsi.
Kejagung menyatakan akan terus mengusut tuntas kasus ini. Febrie menegaskan penyidik saat ini fokus pada lima tersangka yang sudah ditahan agar segera disidangkan. “Nah, sekarang nih penyidik lagi konsentrasi betul-betul di yang ditahan ini nih, supaya segera bisa kita sidangkan,” ujarnya. Dengan adanya ‘nyanyian’ Sony, publik menanti apakah akan ada tersangka baru atau pengembangan perkara yang lebih luas. Fenomena ramai-ramai bantah korupsi MBG usai ‘nyanyian’ Sony Sonjaya menjadi bukti bahwa kasus ini memiliki dampak politik yang signifikan.
Kesimpulannya, langkah Sony Sonjaya mengajukan diri sebagai JC telah memicu gelombang bantahan dari berbagai pihak yang disebut namanya. Kejagung masih mempertimbangkan status JC Sony, sementara penyidikan terus berjalan. Ramai-ramai bantah korupsi MBG usai ‘nyanyian’ Sony Sonjaya menunjukkan betapa kasus ini menjadi sorotan publik dan berpotensi membongkar jaringan korupsi yang lebih luas. Masyarakat menanti transparansi dan keadilan dalam penanganan perkara ini.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.



![Sony Sonjaya Bungkam Soal 'Hadiah', Publik Diminta Tanya Langsung ke Nanik Deyang [titlebase]](https://suarapecari.com/wp-content/uploads/2026/06/sony-sonjaya-bungkam-soal-hadiah-publik-diminta-tanya-langsung-ke-nanik-deyang-titlebase.webp)






