Ibu Korban Polisikan Pria yang Rekam Anaknya saat BAB di Toilet Masjid di Kudus

Ibu Korban Polisikan Pria yang Rekam Anaknya saat BAB di Toilet Masjid di Kudus

Suara Pecari, Kudus – Seorang ibu di Kabupaten Demak, Jawa Tengah, melaporkan seorang pria ke polisi atas dugaan merekam anaknya saat buang air besar (BAB) di toilet salah satu masjid di Kudus. Laporan itu dibuat setelah pria tersebut tidak mengakui perbuatannya meski sudah ketahuan langsung oleh sang ibu.

Fakta Utama Kasus

ZI, ibu korban, mengungkapkan bahwa ia melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kudus pada Jumat (31/7). Ia juga menyerahkan barang bukti berupa video dan screenshot yang memperlihatkan dugaan pelaku merekam anaknya. ZI mengaku bahwa pelaku malah berusaha menjadi korban (playing victim) dan belum mengakui perbuatannya.

Putri ZI yang masih duduk di taman kanak-kanak (TK) mengalami trauma psikis akibat kejadian tersebut hingga tidak bersekolah pada hari kejadian. Keluarga ZI mendukung penuh keputusan untuk melapor ke aparat kepolisian.

Penjelasan Kronologi

Peristiwa ini bermula saat anak ZI pulang sekolah pada Rabu (29/7) dan kebelet BAB. Karena air di sekolah habis, ZI mengantarkan anaknya ke toilet perempuan di masjid terdekat dari sekolah. Sementara anak kedua ditinggal di dalam mobil. Setelah mengantar, ZI kembali ke mobil untuk mengatur posisi parkir, kemudian mengecek kembali anaknya di toilet.

Di sana, ZI melihat seorang pria masuk ke kamar mandi perempuan dan merekam putrinya menggunakan ponsel. Pria tersebut tampak jongkok dan merekam kemaluan anak ZI. Setelah itu, pria itu masuk ke kamar mandi sebelah diduga untuk menghapus rekaman karena tidak ada suara air yang terdengar.

Konteks dan Tindak Lanjut

Kejadian ini menjadi perhatian serius karena melibatkan pelecehan seksual terhadap anak-anak di tempat ibadah, yang seharusnya menjadi lingkungan aman. Kapolsek Jati, AKP Hadi Noor Cahyo, membenarkan laporan tersebut dan menyatakan bahwa kasus ini akan segera ditindaklanjuti oleh Polres Kudus.

Selain itu, terdapat kabar bahwa pelaku berencana melaporkan balik ZI, namun pihak ibu korban belum mengetahui kelanjutannya.

Dampak dan Harapan

Trauma yang dialami anak ZI menunjukkan dampak psikologis serius dari tindakan tersebut. Pihak keluarga berharap proses penyelidikan dapat berjalan cepat dan transparan agar keadilan dapat ditegakkan dan memberikan rasa aman bagi anak-anak di lingkungan masjid serta masyarakat luas.

Kasus ini juga menjadi pengingat pentingnya pengawasan dan keamanan di fasilitas umum, terutama tempat ibadah yang sering dikunjungi anak-anak.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *