Korsleting Listrik Hanguskan Rumah Warga Cermee, Kerugian Capai Rp250 Juta
Kronologi Kebakaran Rumah di Desa Batu Salang
Suara Pecari, Sebuah peristiwa kebakaran melanda rumah milik Supaida di Desa Batu Salang, RT 07 RW 02, Kecamatan Cermee, Kabupaten Bondowoso pada Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Kebakaran ini diduga dipicu oleh korsleting listrik yang mengakibatkan kerusakan parah pada bangunan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun kerugian material ditaksir mencapai Rp250 juta.
Kebakaran pertama kali diketahui saat warga setempat tengah menggelar acara selamatan haji. Tiba-tiba, aliran listrik yang menghidupkan sound system padam, disusul dengan terciumnya bau benda terbakar. Kabid Damkar Bondowoso, Vara Tedy, menyatakan bahwa salah seorang warga kemudian melihat api mulai membakar rumah milik Supaida. Warga yang berada di lokasi langsung berbondong-bondong berusaha memadamkan api sebelum petugas pemadam kebakaran tiba.
Upaya Pemadaman dan Penanganan
Laporan mengenai kejadian tersebut diterima petugas Damkar Bondowoso pada pukul 19.05 WIB. Tim pemadam segera menuju lokasi dengan membawa satu unit mobil pemadam jenis Carcentro. Petugas kemudian melakukan penyemprotan untuk memadamkan kobaran api, dilanjutkan dengan proses pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang tersisa. Setelah penanganan selesai, petugas kembali ke Markas Komando (Mako) Damkar.
Proses penanganan kebakaran turut melibatkan berbagai pihak, antara lain Damkar Kabupaten Situbondo, BPBD Bondowoso, Polsek Cermee, Koramil Cermee, Camat Cermee, perangkat desa, serta warga sekitar yang membantu proses pemadaman.
Dampak dan Implikasi Kebakaran
Kebakaran ini menyebabkan kerusakan berat pada rumah Supaida. Berdasarkan laporan sementara, penyebab kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp250 juta. Meskipun tidak ada korban jiwa, peristiwa ini memberikan dampak psikologis bagi keluarga korban dan warga sekitar. Mereka kehilangan tempat tinggal dan harta benda, serta harus memulai proses pemulihan.
Kejadian ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya kewaspadaan terhadap instalasi listrik di rumah. Korsleting listrik seringkali menjadi penyebab utama kebakaran rumah tangga. Pemerintah daerah setempat diharapkan dapat memberikan bantuan dan edukasi kepada warga untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.
Data Kerugian dan Upaya Bantuan
Berikut adalah rincian kerugian dan upaya bantuan yang dilakukan pasca kebakaran:
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Pemilik Rumah | Supaida |
| Lokasi | Desa Batu Salang, RT 07 RW 02, Kecamatan Cermee, Bondowoso |
| Waktu Kejadian | Sabtu, 4 Juli 2026, pukul 18.30 WIB |
| Penyebab | Diduga korsleting listrik |
| Kerugian Material | Sekitar Rp250 juta |
| Korban Jiwa | Tidak ada |
| Instansi Terlibat | Damkar Bondowoso, Damkar Situbondo, BPBD Bondowoso, Polsek Cermee, Koramil Cermee, Camat Cermee, perangkat desa |
Langkah Pencegahan Kebakaran Akibat Korsleting Listrik
Untuk mencegah kejadian serupa, masyarakat perlu memperhatikan beberapa hal berikut:
- Rutin memeriksa instalasi listrik di rumah oleh teknisi profesional.
- Jangan membebani stop kontak dengan terlalu banyak peralatan listrik.
- Segera ganti kabel yang terkelupas atau rusak.
- Matikan peralatan listrik yang tidak digunakan, terutama saat meninggalkan rumah.
- Pasang pemutus arus listrik (MCB) yang sesuai standar.
Pemerintah daerah juga diharapkan mengadakan sosialisasi tentang keselamatan listrik secara berkala, terutama di daerah pedesaan yang masih minim akses informasi. Dengan begitu, risiko kebakaran akibat korsleting listrik dapat diminimalisir.
Peristiwa kebakaran di Cermee ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua. Di tengah musibah yang menimpa keluarga Supaida, solidaritas warga dan respons cepat petugas menjadi secercah harapan. Semoga korban diberikan ketabahan dan segera mendapatkan bantuan untuk memulihkan kehidupannya. Mari kita tingkatkan kewaspadaan terhadap bahaya listrik di rumah masing-masing, karena keselamatan adalah prioritas utama.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










