Pilu Ojol Perempuan Tunarungu di Medan Ditabrak, Dicuri pula Motornya
Musibah Bertubi-tubi Menimpa Rosa
Suara Pecari, Seorang pengemudi ojek online (ojol) perempuan bernama Rosa (26 tahun) mengalami musibah yang memilukan. Ia yang merupakan penyandang tunarungu sejak lahir harus bekerja keras setiap hari untuk menghidupi keluarganya. Pada Minggu, 5 Juli 2026, nasib nahas menimpanya saat sedang menjalankan tugas mengambil orderan di Pasar Baru, Kota Medan. Sebuah mobil angkutan kota (angkot) yang melaju dengan kecepatan tinggi dari arah belakang menyerempetnya hingga terjatuh di Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Medan Baru. Tak hanya mengalami luka dan trauma, sepeda motor Honda Scoopy miliknya juga raib dicuri oleh seseorang yang awalnya berpura-pura menolong.
Kronologi Kejadian
Berdasarkan keterangan saksi bernama Vandi, seorang teman sesama ojol, kejadian bermula sekitar pukul 11.45 WIB. Vandi menerima telepon dari warga yang memberitahu bahwa Rosa mengalami kecelakaan. Ia pun segera menuju lokasi. “Sekitar pukul 11.45 WIB, orang yang nolongin dia menelepon saya, ‘Bang, kakak ini kecelakaan’. Jadi saya refleks, tolong kirim lokasi ke saya, tolong fotokan dia,” kata Vandi saat ditemui di kediaman Rosa di Medan, Senin (6/7/2026).
Sesampainya di lokasi, Vandi bersama warga sekitar segera menolong Rosa. Mereka mengangkat Rosa ke becak untuk dibawa ke rumah sakit. Salah seorang warga yang ikut serta dalam pertolongan tersebut ternyata adalah pelaku pencurian. “Jadi kita angkat lah ini adik kita ke becak. Beliau juga ikut ini, si pelaku ini juga ngangkat. Seakan-akan orang baik juga lah dia. Kita enggak ada kepikiran yang negatif karena kita kan nengok adik kita ini sudah nyesek dada. Jadi kita kasih pertolongan pertama, kita angkat ke becak,” ujar Vandi.
Sebelum berangkat ke rumah sakit, Vandi menitipkan sepeda motor milik Rosa dan motornya sendiri di sebuah salon di dekat lokasi. Ia berpesan kepada pegawai salon agar tidak memberikan kunci motor Rosa kepada siapa pun. Namun, terduga pelaku pencurian yang mengaku sebagai pegawai salon kemudian mendekati salah satu teman Rosa yang juga tunarungu. Pelaku mengajak teman Rosa tersebut kembali ke salon dengan dalih mengambil motor Rosa. “Jadi berboncengan lah berdua orang ini ke salon. Dia minta kunci ke pihak salon. Pihak salon menjawab, ‘Aku sudah diamanahkan’. Karena dia membawa salah satu dari kawan adik saya ini, yang memang tunarungu. ‘Kakak enggak percaya sama aku, ini kawannya lho’. Jadi pemikiran pihak salon, kawan yang memang sudah dari awal menolong, dikasihlah kuncinya,” jelas Vandi.
Setelah mendapatkan kunci, pelaku dan teman Rosa pergi bersama. Beberapa saat kemudian, mereka berpisah dan pelaku membawa kabur motor Rosa. “Seakan-akan kawan tunarungu ini jadi kena umpan sama si pelaku. Dia enggak kenal sama pelaku. Jadi kawan tunarungu ini tetap fokus ke rumah sakit lagi. Dia enggak nengok ke belakang, jadi terpisah. Tapi enggak tahu pisahnya di mana,” ucap Vandi.
Kondisi Rosa dan Penanganan Medis
Rosa dibawa ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan. Beruntung, ia tidak mengalami luka serius. Hasil rontgen menunjukkan hanya memar di bagian dada akibat benturan dengan setang motor. “Kita di rumah sakit pengecekan. Kita rontgen. Alhamdulillah enggak ada kenapa-napa. Jadi efek dari memarnya terhantam sama setang itu,” imbuh Vandi.
Bantuan dari Gerindra Sumut
Kabar duka ini pun menarik perhatian Tim Gerindra Sumut. Mereka langsung memberikan bantuan berupa sepeda motor Honda Scoopy baru kepada Rosa untuk mengganti motor yang hilang. “Memberikan nanti sebuah sepeda motor yang sama hilang. Hari ini kita bawa adik ini ke showroom untuk mengambil sepeda motor itu, atas arahan dari pimpinan dengan merek yang sama,” kata Taufik, tim Gerindra Sumut, di kediaman Rosa.
Bantuan ini tentu sangat berarti bagi Rosa yang mengandalkan motornya sebagai alat mencari nafkah. Keluarga Rosa dan pihak persatuan ojol juga telah membuat laporan ke Polsek Medan Baru atas kejadian pencurian tersebut.
Penyelidikan Polisi
Kapolsek Medan Baru, Kompol Bambang Gunanti Hutabarat, membenarkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dan sedang melakukan penyelidikan. “Kita sudah terima laporan. Kini masih penyelidikan dan sudah olah tempat kejadian perkara (TKP),” kata Bambang saat dihubungi, Senin (6/7/2026).
Dampak dan Implikasi
Kejadian ini menyoroti kerentanan penyandang disabilitas, khususnya tunarungu, dalam menjalani profesi sebagai pengemudi ojol. Mereka sering kali menjadi sasaran empuk kejahatan karena keterbatasan komunikasi. Kasus Rosa juga menunjukkan pentingnya solidaritas antar sesama ojol dan peran masyarakat dalam memberikan pertolongan, namun juga kewaspadaan terhadap oknum yang memanfaatkan situasi.
- Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap orang asing yang menawarkan bantuan saat kecelakaan.
- Pihak salon atau tempat penitipan barang sebaiknya memverifikasi identitas pengambil barang secara ketat.
- Aplikator ojol diharapkan menyediakan fitur keamanan khusus bagi pengemudi difabel, seperti tombol darurat yang mudah diakses.
Penutup
Di balik pilu yang dialami Rosa, secercah harapan muncul melalui bantuan dari berbagai pihak. Namun, kejadian ini menjadi pengingat bahwa masih banyak pekerja rentan yang membutuhkan perlindungan lebih. Semoga pelaku segera tertangkap dan Rosa dapat kembali menjalani hidup dengan semangat baru.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










