Babinsa Akah Serahkan Tali Kasih untuk Warga Binaan Lumpuh

Babinsa Akah Serahkan Tali Kasih untuk Warga Binaan Lumpuh

Suara Pecari, Klungkung – Sebuah aksi kemanusiaan kembali ditunjukkan oleh prajurit TNI Angkatan Darat dari Koramil 1610-01/Klungkung. Babinsa Desa Akah, Serka Nengah Sudiarsa, menyerahkan tali kasih kepada warga binaannya yang mengalami kelumpuhan total. Bantuan tersebut diberikan kepada I Nengah Jati (48), warga Dusun Bungaya, Desa Akah, Kecamatan Klungkung, yang telah menderita kelumpuhan selama kurang lebih tiga tahun akibat komplikasi penyakit asam urat, diabetes, dan kolesterol.

Latar Belakang dan Kondisi Penerima Bantuan

I Nengah Jati saat ini tinggal bersama kakaknya di sebuah rumah sederhana di Dusun Bungaya. Sejak tiga tahun lalu, ia tidak bisa lagi beraktivitas normal karena kedua kakinya lumpuh total. Kondisi ini diperparah dengan penyakit degeneratif yang dideritanya. Menurut informasi dari Serka Nengah Sudiarsa, I Nengah Jati sempat menjalani pengobatan rutin, namun biaya yang tidak sedikit membuat pengobatan tidak berjalan optimal. Kakaknya yang menjadi satu-satunya penopang hidup sehari-hari harus membagi waktu antara merawat adiknya dan bekerja serabutan.

Momen Penyerahan Tali Kasih

Pada hari Rabu, 8 Juli 2026, Serka Nengah Sudiarsa mengunjungi kediaman I Nengah Jati. Dalam kunjungan tersebut, ia menyerahkan paket tali kasih berupa sembako dan uang tunai yang berasal dari donasi pribadi dan rekan-rekan sesama anggota Koramil. “Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian kami sebagai Babinsa kepada warga binaan yang sedang mengalami kesulitan. Kami ingin memastikan mereka tetap mendapat perhatian,” ujar Serka Nengah Sudiarsa.

Tak hanya menyerahkan bantuan, Babinsa juga menyempatkan diri untuk melihat langsung kondisi kesehatan I Nengah Jati. Ia berbincang dengan sang kakak untuk mengetahui keluhan dan kebutuhan mendesak yang belum terpenuhi. Salah satu kebutuhan yang paling mendesak adalah kursi roda. I Nengah Jati selama ini hanya bisa berbaring di tempat tidur atau digendong oleh kakaknya saat ingin berpindah tempat.

Koordinasi dengan Yayasan Satu Hati Bali

Menyadari pentingnya mobilitas bagi penyandang disabilitas, Serka Nengah Sudiarsa segera berkoordinasi dengan Yayasan Satu Hati Bali, sebuah organisasi sosial yang fokus pada bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas di Bali. “Kami sudah berkoordinasi dengan Yayasan Satu Hati Bali agar Bapak Nengah dapat memperoleh bantuan kursi roda. Semoga bantuan ini dapat segera terealisasi dan bermanfaat,” katanya.

Yayasan Satu Hati Bali telah menyatakan kesanggupan untuk menyediakan kursi roda khusus yang sesuai dengan kondisi fisik I Nengah Jati. Proses administrasi sedang berjalan, dan diharapkan dalam waktu dekat kursi roda tersebut bisa diserahkan. Dengan adanya kursi roda, I Nengah Jati diharapkan bisa lebih mandiri, setidaknya untuk bergerak di dalam rumah.

Daftar Bantuan yang Diserahkan

Jenis BantuanKeterangan
Paket SembakoBeras, minyak goreng, gula, mi instan, dan kebutuhan pokok lainnya
Uang TunaiDonasi dari anggota Koramil dan pribadi Babinsa
Kursi Roda (dalam proses)Dikoordinasikan dengan Yayasan Satu Hati Bali

Dampak dan Implikasi Kepedulian TNI

Aksi Babinsa ini tidak hanya berdampak langsung pada I Nengah Jati, tetapi juga memberikan pesan moral kepada masyarakat sekitar. Kehadiran TNI di tengah warga binaan menunjukkan bahwa negara hadir dalam setiap kesulitan rakyatnya. Hal ini memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat dalam membangun ketahanan sosial.

Bagi keluarga I Nengah Jati, bantuan ini sangat berarti. Kakaknya mengaku terbantu dengan adanya paket sembako dan uang tunai yang bisa digunakan untuk membeli obat-obatan. “Kami sangat berterima kasih kepada Pak Babinsa yang sudah peduli. Semoga bantuan kursi roda cepat datang, agar adik saya bisa sedikit bergerak,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Di sisi lain, langkah Babinsa yang proaktif berkoordinasi dengan yayasan sosial juga menjadi contoh baik bagi aparat lainnya. Kolaborasi antara TNI dan lembaga sosial dapat mempercepat penanganan masalah sosial di masyarakat. Kepala Desa Akah, yang turut mendampingi kunjungan tersebut, menyatakan dukungannya terhadap program Babinsa dan berharap kegiatan serupa terus berlanjut.

Kronologi Kegiatan

  • Pagi hari: Serka Nengah Sudiarsa menyiapkan paket tali kasih di Markas Koramil 1610-01/Klungkung.
  • Pukul 09.00 WITA: Berangkat menuju Dusun Bungaya, Desa Akah.
  • Pukul 09.30 WITA: Tiba di kediaman I Nengah Jati, menyerahkan bantuan, dan berdialog.
  • Pukul 10.00 WITA: Melakukan koordinasi via telepon dengan Yayasan Satu Hati Bali.
  • Pukul 11.00 WITA: Kembali ke koramil dan melaporkan hasil kegiatan.

Harapan ke Depan

Serka Nengah Sudiarsa berharap agar bantuan yang diberikan dapat meringankan beban I Nengah Jati dan keluarganya. Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap tetangga yang membutuhkan. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Perlu partisipasi semua pihak untuk membantu sesama,” tegasnya.

Kisah I Nengah Jati hanyalah satu dari sekian banyak warga yang membutuhkan uluran tangan. Namun, dengan hadirnya Babinsa yang peduli, setidaknya ada secercah harapan bagi mereka yang terpuruk. Kehadiran TNI bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai pengayom dan pelayan masyarakat. Semoga aksi seperti ini terus berlanjut dan menginspirasi banyak pihak untuk berbagi kasih.

Di tengah keterbatasan, tali kasih yang diserahkan oleh Babinsa Akah menjadi bukti bahwa kepedulian tidak pernah mengenal jarak. Dari Dusun Bungaya yang tenang, pesan kemanusiaan menggema: bahwa setiap orang berhak mendapatkan perhatian, terutama mereka yang paling rentan. Dan TNI, melalui Babinsanya, hadir untuk memastikan tidak ada yang tertinggal.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *