Menyulap Kolong Tol Penuh Sampah Jadi Kebun Sayur di Warakas, Jakarta Utara
Suara Pecari, Jakarta Utara – Warga Kelurahan Warakas, Kecamatan Tanjung Priok, berhasil mengubah lahan kolong tol yang sebelumnya dipenuhi sampah menjadi kebun sayur produktif yang memberikan manfaat lingkungan dan sosial. Inisiatif ini dimulai sejak 2019 dan semakin aktif selama masa pandemi COVID-19.
Transformasi Lahan Kolong Tol
Lahan di bawah Tol Tanjung Priok, tepatnya di Jalan Warakas 5, Gang 6, RT 005 RW 009, awalnya merupakan tempat pembuangan sampah oleh masyarakat sekitar. Lahan tersebut merupakan milik perusahaan Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) dan selama ini kurang diawasi sehingga menjadi tempat pembuangan sampah liar.
Melihat kondisi tersebut, warga setempat bersama Ketua RT 005 RW 009, Tely (57), memprakarsai pemanfaatan lahan kosong menjadi taman sekaligus kebun sayur. Tujuan utama adalah membersihkan lingkungan dan mengajak masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan.
Jenis Tanaman dan Budidaya
Kebun yang diberi nama Taman Warna Warni ini menanam berbagai jenis sayuran, seperti sawi, bayam merah, bayam hijau, kangkung, dan terong. Selain penanaman secara konvensional, warga juga mengembangkan metode hidroponik untuk menanam sayuran.
Selain itu, warga mulai merintis budidaya ikan lele sebagai bagian dari kegiatan produktif di lahan tersebut. Budidaya ikan lele ini masih dalam tahap awal dengan bibit yang baru berumur dua minggu.
Peran Warga dan Dukungan Pemerintah
Warga setempat menjadi pelaku utama dalam pengelolaan kebun ini. Mereka bersama-sama merawat dan menjaga kebun agar tetap bersih dan produktif. Program ini juga mendapat dukungan dari pemerintah Kelurahan Warakas, terutama dari lurah yang antusias mendorong pemanfaatan lahan kosong sesuai program pemerintah provinsi.
Hasil panen sayuran sebagian dibagikan secara gratis kepada masyarakat sekitar, terutama pada masa pandemi untuk membantu pemenuhan kebutuhan pangan. Sebagian hasil panen juga dijual untuk membiayai operasional kebun, seperti pembelian bibit dan pupuk. Penjualan terbatas pada warga sekitar dan pihak kelurahan.
Manfaat Sosial dan Lingkungan
Selain meningkatkan kualitas lingkungan dengan menghilangkan sampah liar, kebun ini juga berfungsi sebagai ruang positif untuk masyarakat. Ketua RT Tely menyatakan bahwa kebun ini membantu mencegah kenakalan remaja dan penyalahgunaan narkoba dengan mengajak anak-anak dan warga sekitar aktif menjaga lingkungan.
Harapan kepada Pemilik Lahan
Walaupun lahan merupakan milik CMNP, warga berharap pemilik lahan dapat lebih memperhatikan dan memantau kondisi kebun. Warga merasa sudah membantu menjaga lahan agar tidak kembali menjadi tempat pembuangan sampah dan berharap CMNP dapat menunjukkan kepedulian dengan mendukung kegiatan positif yang sudah berjalan.
Upaya warga dalam menyulap kolong tol menjadi kebun sayur ini menjadi contoh nyata bagaimana pemanfaatan lahan kosong secara produktif dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










