Rela Rantau dari Jambi ke Malang, Ababilah Incar Panggung PFL

Suara Pecari – Ahmad Ruziq Ababilah, mahasiswa dan atlet futsal Universitas Negeri Malang (UM), menunjukkan tekad kuat dalam mengejar mimpinya bermain di kompetisi futsal tertinggi nasional, Pro Futsal League (PFL). Demi menggapai tujuan tersebut, Amay, sapaan akrabnya, rela meninggalkan kampung halaman di Jambi dan merantau ke Malang untuk menempuh pendidikan dan menekuni futsal secara serius.

Perjalanan dan Tantangan Awal

<pSebelum fokus pada futsal, Amay lebih dulu mengenal sepak bola sejak di Jambi. Namun, kesempatan berkembang di dunia sepak bola dirasa terbatas tanpa jaringan yang kuat. Saat menempuh pendidikan SMA di Jombang, Jawa Timur, Amay mulai serius menekuni futsal sebagai jalan alternatif mengembangkan bakatnya. Setelah lulus SMA, ia melanjutkan kuliah di UM sekaligus aktif di tim futsal kampus.

Baca juga:

Perjalanan Amay tidak tanpa hambatan. Ia pernah dicoret dari tim Porprov Malang dan sempat kehilangan semangat setelah merasakan belum siap di level profesional. Meski demikian, ia memilih bangkit, berlatih lebih giat, dan belajar dari kegagalan tersebut.

Prestasi dan Target Masa Depan

Upaya Amay mulai membuahkan hasil. Ia berhasil membawa tim futsal putra UM ke final Campus League Futsal Regional Surabaya serta mengamankan tiket ke babak The Nationals. Keberhasilan ini menjadi langkah penting menuju target utamanya, yaitu bermain reguler di PFL, mulai dari PFL 2 hingga ke PFL 1 dan berpeluang masuk tim nasional.

Amay menegaskan bahwa ia tidak ingin cepat berpuas diri dan terus berusaha meningkatkan kemampuan agar dapat berkompetisi di tingkat tertinggi futsal nasional.

Futsal sebagai Jalan Baru

Peralihan Amay dari sepak bola ke futsal didorong oleh pandangan bahwa peluang berkembang di futsal lebih terbuka. Ia mulai fokus berlatih futsal sejak SMA di lingkungan pondok pesantren. Keputusan ini membawanya ke jalur pendidikan dan olahraga yang lebih tinggi di UM, Malang.

Baca juga:

Harapan dan Motivasi

Tekad Amay untuk sukses di futsal nasional menunjukkan pentingnya ketekunan dan keberanian merantau demi mengejar cita-cita. Kisahnya menjadi inspirasi bagi atlet muda yang ingin mengembangkan potensi di bidang olahraga sekaligus menempuh pendidikan.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *