Membangun Ketangguhan Anak: PT. PHE NSO Resmikan Rumah Edukasi Anak Tangguh di Aceh Utara
Suara Pecari, Pada Kamis, 16 Juli 2026, PT. Pertamina Hulu Energi North Sumatra Offshore (PT. PHE NSO) bersama Yayasan Solidaritas Aksi Peduli (YSAP) meresmikan Rumah Edukasi Anak Tangguh dan meluncurkan Program Membangun Ketangguhan Anak Dalam Menghadapi Bencana di Desa Kuala Cangkoi, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara. Inisiatif ini merupakan wujud komitmen perusahaan dalam meningkatkan perlindungan anak, khususnya dalam menghadapi risiko bencana yang kerap melanda wilayah pesisir Aceh.
Latar Belakang: Kerentanan Anak di Wilayah Rawan Bencana
Aceh Utara merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana alam, seperti banjir, gelombang pasang, dan gempa bumi. Anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terdampak saat bencana terjadi. Tidak hanya menghadapi risiko keselamatan jiwa, mereka juga rentan mengalami gangguan psikososial, kekerasan, serta keterbatasan akses terhadap informasi yang tepat mengenai perlindungan diri dan kesehatan. Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan bahwa dalam lima tahun terakhir, lebih dari 60% korban bencana di Indonesia adalah anak-anak dan perempuan. Oleh karena itu, edukasi kebencanaan sejak dini menjadi krusial untuk menekan angka kerentanan tersebut.
Desa Kuala Cangkoi dan desa-desa sekitarnya seperti Kuala Keureuto, Matang Baroh, dan Keude Lapang merupakan wilayah pesisir yang sering terdampak banjir rob dan abrasi. Minimnya pengetahuan tentang mitigasi bencana di kalangan anak-anak dan orang tua mendorong PT. PHE NSO untuk berkolaborasi dengan YSAP menghadirkan program Rumah Edukasi Anak Tangguh.
Peresmian dan Dukungan Pemerintah Daerah
Acara peresmian dihadiri oleh Asisten 1 Sekretariat Daerah Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, Dr. Fauzan, yang menyatakan dukungan penuh pemerintah daerah terhadap program ini. Dalam sambutannya, Dr. Fauzan menekankan bahwa tantangan pengasuhan anak saat ini tidak dapat hanya mengandalkan sekolah maupun tempat mengaji, melainkan memerlukan keterlibatan aktif keluarga, komunitas, dan lingkungan sekitar. “Pemerintah daerah mendukung pelaksanaan Program Rumah Edukasi Anak Tangguh. Apalagi, tantangan pengasuhan anak saat ini tidak dapat hanya mengandalkan sekolah maupun tempat mengaji tetapi memerlukan keterlibatan aktif keluarga, komunitas dan lingkungan sekitar,” ujarnya.
Program ini diharapkan dapat memberikan pendidikan kepada anak mengenai kesiapsiagaan bencana, serta penguatan keterampilan melalui pendekatan yang partisipatif dan ramah anak. Selain itu, program ini juga menjadi sarana untuk memperkuat kolaborasi antara PHE NSO dengan Pemerintah Aceh Utara dalam memenuhi kebutuhan ruang belajar terkait pengasuhan, perlindungan anak, dan kesiapsiagaan bencana.
Kegiatan Pra-Peremian: Melibatkan Orang Tua dan Tokoh Masyarakat
Sebelum peresmian, PT. PHE NSO bersama YSAP mengadakan pertemuan informal bersama orang tua/wali siswa di Meunasah (Musala) Desa Kuala Cangkoi. Pertemuan yang dihadiri 50 orang tua/wali, unsur Pemerintah Desa Kuala Cangkoi, Imam Gampong (Desa), dan Mukim ini bertujuan memperkenalkan program sekaligus meminta dukungan multi pihak terhadap upaya perlindungan anak dan pengurangan risiko bencana. Melalui dialog interaktif, orang tua diajak memahami pentingnya pendidikan kebencanaan bagi anak-anak mereka, serta peran aktif keluarga dalam mendukung program ini.
Kurikulum dan Peserta Program
Program Rumah Edukasi Anak Tangguh dirancang dengan kurikulum pendidikan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan anak-anak di wilayah rawan bencana. Materi pembelajaran mencakup pengenalan jenis-jenis bencana, teknik evakuasi dasar, pertolongan pertama, serta penguatan psikososial. Metode pembelajaran menggunakan pendekatan partisipatif dan ramah anak, seperti permainan edukatif, simulasi bencana, dan diskusi kelompok.
Guna memperluas jangkauan manfaat, program ini tidak hanya diikuti anak-anak yang tinggal di Desa Kuala Cangkoi, tetapi juga dari desa sekitar seperti Kuala Keureuto, Matang Baroh, dan Keude Lapang. Sebanyak 40 anak telah terdaftar untuk mengikuti program pembelajaran berkala. Adapun pembelajaran rencananya akan dimulai akhir Juli hingga awal September 2026. Berikut adalah jadwal kegiatan program:
| Kegiatan | Tanggal | Lokasi |
|---|---|---|
| Pertemuan dengan Orang Tua/Wali | 16 Juli 2026 | Meunasah Desa Kuala Cangkoi |
| Peresmian Rumah Edukasi Anak Tangguh | 16 Juli 2026 | Desa Kuala Cangkoi |
| Sesi Pembelajaran 1 | Akhir Juli 2026 | Rumah Edukasi Anak Tangguh |
| Sesi Pembelajaran 2 | Agustus 2026 | Rumah Edukasi Anak Tangguh |
| Evaluasi dan Penutupan | Awal September 2026 | Desa Kuala Cangkoi |
Komitmen Perusahaan: Investasi Sosial Berkelanjutan
Manager Community Involvement Development (CID) Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1, Iwan Ridwan Faizal, menyampaikan bahwa PHE NSO terlibat secara aktif dalam sejumlah program pendidikan dan sosial yang menyasar anak-anak. “Setiap anak adalah cahaya harapan bangsa. Mari kita ciptakan ruang aman dan penuh kasih untuk anak-anak tumbuh, bermimpi dan bersinar,” ungkapnya. Ia menuturkan bahwa PHE NSO berkomitmen sebagai mitra anak-anak Indonesia untuk meraih masa depan melalui program edukatif, inovatif, dan sosial. Perusahaan akan terus berinvestasi dalam pengelolaan operasi dan bisnis hulu migas yang sesuai dengan prinsip Environmental, Social and Governance (ESG).
Program ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berfokus pada pendidikan dan pengurangan risiko bencana. Sebelumnya, PHE NSO telah menjalankan berbagai program serupa di wilayah operasinya, seperti pelatihan tanggap darurat bagi masyarakat pesisir dan penyediaan sarana air bersih. Dengan adanya Rumah Edukasi Anak Tangguh, perusahaan berharap dapat menciptakan lingkungan yang aman dan berkelanjutan bagi anak-anak di Aceh Utara.
Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat
Kehadiran Rumah Edukasi Anak Tangguh diharapkan memberikan dampak positif jangka panjang bagi masyarakat setempat. Pertama, anak-anak akan memiliki pengetahuan dan keterampilan dasar dalam menghadapi bencana, sehingga mampu melindungi diri sendiri dan membantu orang lain. Kedua, program ini memperkuat peran keluarga dan komunitas dalam perlindungan anak, karena orang tua dilibatkan sejak awal melalui pertemuan informal. Ketiga, kolaborasi antara perusahaan, pemerintah daerah, dan organisasi masyarakat sipil menciptakan sinergi yang efektif dalam penanggulangan bencana berbasis komunitas.
Bagi Pemerintah Kabupaten Aceh Utara, program ini menjadi model yang dapat direplikasi di desa-desa lain yang memiliki kerentanan serupa. Dengan dukungan penuh dari asisten daerah, program ini berpotensi diintegrasikan ke dalam rencana pembangunan daerah, khususnya dalam bidang pendidikan kebencanaan dan perlindungan anak.
Prospek Ke Depan
Ke depannya, PHE NSO dan YSAP berencana memperluas program ke desa-desa lain di pesisir Aceh Utara. Selain itu, akan dikembangkan modul pembelajaran digital yang dapat diakses oleh anak-anak di luar jam belajar formal. Evaluasi berkala juga akan dilakukan untuk memastikan efektivitas program dan melakukan penyesuaian kurikulum sesuai kebutuhan.
Rumah Edukasi Anak Tangguh bukan sekadar ruang belajar, melainkan simbol harapan bagi masa depan anak-anak Aceh Utara. Di tengah ancaman bencana yang tak kunjung reda, pendidikan kebencanaan menjadi benteng pertama yang melindungi generasi penerus bangsa. Dengan semangat gotong royong antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat, anak-anak di Desa Kuala Cangkoi dan sekitarnya kini memiliki bekal untuk tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, cerdas, dan siap menghadapi segala tantangan alam.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










