Misteri Kematian Dokter Residen di Siak hingga Harimau Nyaris Terkam Warga: Kilas Balik Peristiwa Pekan Ini
Suara Pecari, Kabupaten Siak, Riau, menjadi pusat perhatian publik pekan ini setelah serangkaian peristiwa menonjol terjadi, mulai dari misteri kematian seorang dokter residen, interaksi negatif antara harimau sumatera dan warga, hingga penggerebekan pesta narkoba. Berikut rangkuman peristiwa yang mewarnai Siak dalam sepekan terakhir.
Misteri Kematian dr. Alex Cristo Loris
Kejanggalan menyelimuti hilangnya dr. Alex Cristo Loris, dokter residen anestesi di RSUD Tengku Rafian Siak. Ia pamit kepada istrinya untuk melihat pasien yang akan dioperasi pada Senin (13/7/2026) malam, namun tak kunjung kembali. Telepon selulernya tidak dapat dihubungi. Keesokan harinya, Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB, jenazahnya ditemukan di semak belukar di samping pagar rumah sakit. Yang mencurigakan, jas dokter ditemukan di toilet rumah sakit. Dr. Benny Chairuddin, dokter spesialis anestesi senior sekaligus pembimbingnya, mempertanyakan mengapa Alex tidak kembali ke mess yang berada di kompleks RS jika hanya ingin melepas jas. Hingga kini, polisi masih menunggu hasil pemeriksaan histopatologi forensik dan toksikologi forensik untuk memastikan penyebab kematian.
Harimau Sumatera Nyaris Terkam Pelangsir Sawit
Agus, seorang pelangsir sawit di Desa Mengkapan, Siak, nyaris menjadi santapan harimau sumatera pada 14 dan 18 Juli 2026. Saat melangsir buah sawit di kebun milik Ahmad Rokani, harimau tiba-tiba menerkam dari belakang dan mencakar keranjang bermuatan sawit. Agus berhasil selamat setelah tancap gas sepeda motornya. Kepala BBKSDA Riau, Supartono, mengatakan bahwa harimau tersebut sudah beberapa kali muncul di KM 4 Desa Mangkapan, namun tidak menunjukkan perilaku agresif saat kendaraan melintas. Tim BBKSDA telah melakukan pengecekan di lokasi tetapi tidak menemukan jejak harimau.
Pesta Narkoba Digerebek BNNP Riau
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Riau mengamankan 13 orang yang diduga menggelar pesta narkoba di sebuah kafe di Desa Kepau Jaya, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, pada Senin (20/7/2026) malam. Meski tidak ada barang bukti yang diamankan karena diduga ditelan para pelaku, hasil tes urine menunjukkan 12 dari 13 orang positif metamfetamin/amfetamin. Salah satu yang diamankan adalah oknum tenaga honorer Pengadilan Agama Kota Pekanbaru. BNNP Riau masih mendalami asal-usul narkotika tersebut.
Evaluasi Statistik Sektoral dan Cek Kesehatan Gratis
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Siak menjalani Evaluasi Penyelenggaraan Statistik Sektoral (EPSS) Tahun 2026 bersama BPS pada Senin (20/7/2026). Bupati Siak yang diwakili Asisten Administrasi Umum, Tri Handro Pramono, menegaskan pentingnya tata kelola data yang baik untuk mendukung Satu Data Indonesia. Sementara itu, Dinas Kesehatan Siak melalui Puskesmas Mempura menggelar Cek Kesehatan Gratis bagi ASN dan non-ASN di Diskominfo Siak pada Selasa (21/7/2026). Kegiatan ini merupakan program nasional untuk deteksi dini penyakit.
Rangkaian peristiwa di Siak pekan ini menunjukkan dinamika yang kompleks, mulai dari aspek kesehatan, keamanan, hingga tata kelola pemerintahan. Misteri kematian dr. Alex masih menunggu jawaban dari forensik, sementara ancaman harimau dan peredaran narkoba menjadi perhatian serius aparat. Pemerintah Siak terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui evaluasi data dan layanan kesehatan gratis.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










