Sempat Jalani Operasi, Balita Korban Kebakaran di Banyumanik Meninggal Dunia
Suara Pecari, Semarang – Balita berusia empat tahun bernama Arkana yang menjadi korban kebakaran rumah di Kelurahan Srondol Wetan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang, meninggal dunia setelah sempat menjalani operasi dan perawatan intensif di rumah sakit.
Kebakaran yang terjadi pada Kamis, 27 Agustus 2026, menyebabkan tiga penghuni rumah mengalami luka bakar serius, termasuk dua balita. Adik Arkana yang berusia enam bulan, Nail, telah meninggal terlebih dahulu pada hari kejadian. Arkana meninggal pada dini hari Minggu, 30 Agustus 2026, sekitar pukul 03.55 WIB dan dimakamkan pagi harinya sekitar pukul 09.00 WIB dengan makam berdampingan dengan sang adik.
Kondisi Korban dan Penanganan
Kabid Penanganan dan Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Tantri Pradono, mengonfirmasi kematian Arkana setelah menjalani operasi. Sementara itu, asisten rumah tangga yang turut terluka dalam kebakaran masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Polisi dari Polsek Banyumanik masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran tersebut. Dugaan awal mengarah pada kemungkinan sumber api dari kompor, namun hasil laboratorium forensik masih ditunggu untuk memastikan penyebabnya.
Konteks dan Dampak Kebakaran
Kebakaran yang melanda rumah di Srondol Wetan ini membawa duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar. Kejadian ini menyoroti pentingnya kewaspadaan dan keselamatan dalam penggunaan peralatan rumah tangga, khususnya kompor, untuk mencegah insiden serupa.
Selain kerugian materi, tragedi ini juga menimbulkan dampak psikologis bagi keluarga dan tetangga, terutama karena kedua balita yang merupakan kakak-adik harus dimakamkan berdampingan akibat kebakaran tersebut.
Kami berharap pihak berwenang dapat segera mengungkap penyebab kebakaran dan memberikan rekomendasi pencegahan demi keselamatan masyarakat.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










