Angkutan Barang KAI Daop 9 Jember Tumbuh 17 Persen, Bukti Kepercayaan pada Logistik Kereta Api
Suara Pecari | PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 9 Jember mencatat pertumbuhan signifikan pada layanan angkutan barang selama periode Januari hingga Mei 2026. Volume barang yang diangkut melalui layanan Bagasi Hantaran Paket (BHP) retail mencapai 7.335 ton, atau meningkat 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebesar 6.255 ton. Capaian ini menunjukkan bahwa Angkutan Barang KAI Daop 9 Jember Tumbuh 17 Persen LPP RRI, mengukuhkan posisi kereta api sebagai moda logistik yang semakin dipercaya.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, mengungkapkan bahwa peningkatan ini mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat dan pelaku usaha terhadap layanan logistik berbasis kereta api. “Ini menunjukkan bahwa sektor logistik menggunakan kereta api kian diminati. Masyarakat dan pelaku usaha semakin merasakan langsung efisiensi dan kepastian estimasi waktu yang ditawarkan kereta api,” ujarnya, Sabtu (6/6/2026).
Layanan BHP retail Daop 9 Jember saat ini memanfaatkan rangkaian kereta api penumpang reguler untuk mengangkut barang logistik. Setiap harinya, barang-barang tersebut bergerak dinamis melalui empat kereta api, yaitu KA Sri Tanjung relasi Ketapang-Lempuyangan, KA Blambangan Ekspres relasi Ketapang-Pasar Senen, KA Wijayakusuma relasi Ketapang-Cilacap, dan KA Pandalungan relasi Jember-Gambir. Melalui layanan ini, berbagai komoditas dari wilayah Tapal Kuda dapat didistribusikan ke sejumlah daerah di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga Jakarta.
Pertumbuhan Angkutan Barang KAI Daop 9 Jember Tumbuh 17 Persen LPP RRI tidak hanya berdampak pada efisiensi logistik, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan dan infrastruktur. Cahyo menambahkan, “Kereta api memiliki keunggulan inheren berupa kapasitas angkut yang masif dalam sekali perjalanan. Sehingga mengurangi kepadatan lalu lintas, menekan angka laka, serta meminimalkan kerusakan infrastruktur jalan.”
Dari sisi ekologis, angkutan barang dengan kereta api jauh lebih hijau. Konsumsi bahan bakar yang lebih efisien per ton-kilometer dibandingkan moda transportasi darat lainnya membuat emisi karbon yang dihasilkan jauh lebih rendah. “Ini langkah nyata kita bersama untuk mengurangi polusi udara dan jejak karbon. Setiap ton barang yang beralih ke kereta api adalah kontribusi langsung bagi bumi yang lebih hijau dan sehat,” katanya.
KAI berkomitmen untuk terus menjaga konsistensi performa ini, melakukan inovasi layanan, dan memastikan bahwa angkutan barang tetap menjadi pilar logistik yang aman, tepat waktu, dan berkelanjutan. Dengan pertumbuhan Angkutan Barang KAI Daop 9 Jember Tumbuh 17 Persen LPP RRI, diharapkan ke depannya semakin banyak pelaku usaha yang beralih menggunakan kereta api untuk distribusi barang mereka.
Peningkatan volume angkutan barang ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong perpindahan moda transportasi dari jalan raya ke rel. Dengan kapasitas angkut yang besar dan efisiensi biaya, kereta api menjadi solusi logistik yang kompetitif. Selain itu, penggunaan kereta api untuk angkutan barang juga membantu mengurangi kemacetan di jalan raya, terutama di jalur-jalur utama yang padat.
Secara keseluruhan, Angkutan Barang KAI Daop 9 Jember Tumbuh 17 Persen LPP RRI menjadi kabar baik bagi perekonomian regional dan nasional. Dengan terus meningkatnya volume barang yang diangkut, KAI Daop 9 Jember optimistis dapat mencapai target yang lebih tinggi di masa mendatang. Masyarakat dan pelaku usaha pun diharapkan semakin memanfaatkan layanan ini untuk mendukung kelancaran distribusi barang mereka.
Pertumbuhan ini juga menandakan bahwa kepercayaan terhadap layanan logistik kereta api semakin kuat. Dengan berbagai keunggulan yang ditawarkan, tidak heran jika Angkutan Barang KAI Daop 9 Jember Tumbuh 17 Persen LPP RRI menjadi sorotan positif di tengah persaingan moda transportasi. KAI berjanji akan terus meningkatkan kualitas layanan dan memperluas jangkauan distribusi barang ke berbagai daerah.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










