Rangkaian Waisak 2026 di Borobudur Hadirkan Meditasi hingga Malam Seribu Lampion
Suara Pecari | Rangkaian Waisak 2026 di Candi Borobudur kembali menjadi momen tahunan yang dinantikan masyarakat luas dan wisatawan mancanegara. Rangkaian kegiatan tidak hanya menghadirkan pelepasan lampion, tetapi juga berbagai pengalaman budaya serta spiritual mendalam.
Perayaan Waisak Borobudur menghadirkan pasar rakyat, pertunjukan budaya, hingga meditasi berjalan saat matahari terbit. Malam pelepasan lampion tetap menjadi daya tarik utama yang paling dinantikan pengunjung setiap tahunnya di kawasan candi.
Rangkaian Waisak diawali perjalanan suci para biksu melalui Indonesia ‘Walk For Peace’ menuju kawasan Candi Borobudur. Pada perayaan Waisak 2570 BE tahun 2026, perjalanan dimulai dari Bali dan tidak lagi dari Jakarta.
Para biksu dijadwalkan tiba di kawasan Candi Borobudur pada 28 Mei 2026 sebelum prosesi penyambutan resmi dilaksanakan. Prosesi penyambutan berlangsung pada 30 Mei 2026 pukul 08.00 pagi dengan rangkaian kegiatan seremonial keagamaan yang sakral.
Malam pelepasan lentera perdamaian menjadi momen paling dinanti karena menghadirkan suasana tenang dengan ribuan cahaya beterbangan di langit. Dalam ajaran Buddha, cahaya lampion melambangkan penerangan batin manusia dari sifat kemarahan, kebodohan, dan keserakahan duniawi.
Pengunjung dapat mengikuti ‘Sunrise Pradaksina’, meditasi bersama, hingga menikmati Pasar Medang kawasan Borobudur. Berbagai kuliner, pertunjukan budaya, dan produk UMKM turut memeriahkan rangkaian Waisak pada 29 hingga 30 Mei 2026.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.








