Satgas Karbak TNI AD Rampungkan Pembangunan Sumur Bor Air Bersih di Desa Labara, Nias Selatan
Suara Pecari, Nias Selatan – Personel Satuan Tugas (Satgas) Karya Bakti (Karbak) TNI AD Tahun 2026 Kodam I/Bukit Barisan, Korem 023/Kawal Samudera di wilayah Kodim 0213/Nias kembali merampungkan penyediaan sumur bor air bersih bagi masyarakat Nias Selatan, Selasa, 14 Juli 2026. Kali ini sumur bor tersebut dibangun di Desa Labara, Kecamatan Tanah Massa, Kabupaten Nias Selatan. Keberhasilan ini menandai satu lagi langkah nyata TNI AD dalam mendukung pembangunan infrastruktur dasar di daerah terpencil.
Latar Belakang dan Urgensi Akses Air Bersih di Nias Selatan
Desa Labara merupakan salah satu desa di Kepulauan Nias yang selama ini menghadapi kesulitan besar dalam memperoleh air bersih, terutama pada musim kemarau. Kondisi geografis yang berbukit dan keterbatasan sumber air permukaan membuat warga harus berjalan jauh atau mengandalkan air hujan yang tidak selalu mencukupi. Kebutuhan air bersih untuk minum, memasak, mandi, dan sanitasi menjadi persoalan kronis yang mempengaruhi kesehatan dan produktivitas masyarakat. Data dari Dinas Kesehatan setempat menunjukkan bahwa angka penyakit berbasis air seperti diare dan infeksi kulit cenderung meningkat saat kemarau. Oleh karena itu, program penyediaan sumur bor oleh Satgas Karbak TNI AD menjadi sangat krusial.
Proses Pembangunan dan Gotong Royong
Pembangunan sumur bor di Desa Labara tidak berlangsung instan. Tim Satgas Karbak melakukan survei hidrogeologi terlebih dahulu untuk menentukan titik pengeboran yang tepat dengan potensi air tanah yang memadai. Proses pengeboran dilakukan dengan peralatan modern yang dibawa dari Medan, melibatkan 12 personel TNI AD dan puluhan warga setempat yang bergotong royong. Selama 18 hari kerja, mereka bekerja dari pagi hingga sore, kadang terkendala medan yang sulit dan cuaca ekstrem. Sumur bor berhasil menembus lapisan tanah sedalam 60 meter dan menghasilkan debit air 5 liter per detik, yang mampu memenuhi kebutuhan 300 kepala keluarga. Warga juga dilibatkan dalam pembangunan bak penampungan dan instalasi pipa distribusi ke titik-titik strategis di desa.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Lokasi | Desa Labara, Kec. Tanah Massa, Kab. Nias Selatan |
| Kedalaman sumur | 60 meter |
| Debit air | 5 liter/detik |
| Jumlah penerima manfaat | 300 KK (sekitar 1.200 jiwa) |
| Waktu pengerjaan | 18 hari (27 Juni – 14 Juli 2026) |
| Personel terlibat | 12 personel TNI AD + puluhan warga |
Kronologi dan Realisasi Program Karya Bakti TNI AD 2026
Program Karya Bakti TNI AD Tahun 2026 di Kepulauan Nias dimulai pada awal Juni 2026. Berikut kronologi kegiatan satgas di Nias Selatan:
- 1-10 Juni 2026: Tahap perencanaan dan survei lokasi potensial di tiga desa prioritas, termasuk Desa Labara.
- 11-20 Juni 2026: Mobilisasi alat dan material dari gudang logistik di Gunungsitoli ke lokasi.
- 21 Juni 2026: Upacara pembukaan kegiatan fisik di Desa Labara, dihadiri oleh Dandim 0213/Nias Letkol Inf. Agus Prayitno.
- 27 Juni 2026: Pengeboran sumur dimulai di titik yang telah ditentukan.
- 14 Juli 2026: Sumur bor selesai dan diresmikan oleh Pasiter Kodim 0213/Nias Kapten Inf. Budi Santoso bersama Kepala Desa Labara.
Selain sumur bor, Satgas juga merenovasi 2 unit rumah ibadah dan membangun jembatan gantung di desa tetangga. Semua kegiatan ini merupakan bagian dari sasaran fisik yang dicanangkan oleh Mabes TNI AD untuk meningkatkan kesejahteraan di daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).
Dampak dan Manfaat bagi Masyarakat Desa Labara
Kehadiran sumur bor air bersih di Desa Labara membawa dampak multidimensi. Pertama, secara kesehatan, warga tidak lagi harus mengonsumsi air yang tidak higienis, sehingga risiko penyakit menurun. Kedua, secara ekonomi, waktu yang sebelumnya dipakai untuk mengambil air kini bisa dialihkan ke kegiatan produktif seperti bertani atau berdagang. Ketiga, aspek sosial: gotong royong memperkuat ikatan warga dengan TNI. Kepala Desa Labara, Bapak Yulius Hulu, menyampaikan apresiasinya, “Kami sangat berterima kasih. Dulu saat kemarau, perempuan harus berjalan 2 kilometer ke sungai. Sekarang tinggal buka keran.” Program ini juga memicu inisiatif serupa di desa-desa sekitar yang kini mengajukan proposal ke pemerintah daerah.
Implikasi bagi Pembangunan Nasional dan Keamanan
Keberhasilan Satgas Karbak TNI AD di Nias Selatan menunjukkan peran ganda TNI: sebagai alat pertahanan dan sebagai agen pembangunan. Hal ini sejalan dengan doktrin TNI AD tentang “Bhakti TNI” yang mengedepankan kemanunggalan dengan rakyat. Secara strategis, akses air bersih juga berkontribusi pada stabilitas keamanan karena mengurangi potensi konflik sosial akibat perebutan sumber daya air. Pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR sebenarnya telah mengucurkan dana untuk program air bersih, namun banyak daerah terpencil belum terjangkau. Program TNI menjadi pelengkap yang efektif karena mampu menjangkau lokasi yang sulit diakses oleh kontraktor swasta. Kedepan, model kolaborasi TNI-masyarakat seperti ini diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain seperti Papua, Maluku, dan Kalimantan.
Dengan rampungnya penyediaan sumur bor air bersih di Desa Labara, harapan baru mengalir bagi warga. Air yang memancar dari dalam bumi tidak hanya menghilangkan dahaga, tetapi juga membasuh kesulitan yang telah lama membelenggu. Lebih dari itu, proyek ini adalah bukti bahwa negara hadir di pelosok paling terpencil sekalipun. TNI bersama rakyat telah menuliskan satu lagi kisah gotong royong yang menguatkan ketahanan nasional dari akar rumput. Ke depannya, semangat Karya Bakti harus terus dijaga dan diperluas agar setiap desa di Indonesia dapat menikmati hak dasar atas air bersih.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










