PLN Ubah Strategi Pengembangan SPKLU Sesuai Persebaran Kendaraan Listrik di Indonesia
Suara Pecari – PT PLN (Persero) telah mengubah strategi pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dengan mempertimbangkan persebaran kendaraan listrik di Indonesia. Pendekatan baru ini menyesuaikan jumlah dan lokasi SPKLU berdasarkan kepadatan kendaraan listrik di suatu wilayah dan rencana ekspansi produsen kendaraan listrik.
Executive Vice President Corporate Strategic Planning PLN, Abdan Hanif Satria, menyatakan bahwa kebutuhan infrastruktur pengisian daya tidak dapat disamaratakan dengan jarak antar stasiun yang tetap. Setiap daerah memiliki karakteristik populasi kendaraan listrik yang berbeda, sehingga strategi pengembangan SPKLU harus fleksibel dan responsif terhadap kondisi pasar lokal.
Strategi Berbasis Data Kepadatan dan Ekspansi Pasar
PLN kini aktif berdiskusi dengan produsen kendaraan listrik untuk memetakan arah pertumbuhan pasar dan menyesuaikan kebutuhan infrastruktur pengisian daya. Dengan demikian, PLN dapat menyiapkan stasiun pengisian di lokasi yang benar-benar dibutuhkan, baik untuk pengisian umum maupun pengisian di rumah pelanggan.
Perkembangan Infrastruktur di Berbagai Wilayah
Di Sulawesi Tengah, PLN meresmikan SPKLU Fast Charging 90 kW di Kantor UP3 Palu, yang menambah fasilitas pengisian cepat untuk mendukung transisi energi hijau dan ekosistem kendaraan listrik di wilayah tersebut. Saat ini, terdapat 12 titik pengisian tersebar di 10 Unit Layanan Pelanggan (ULP) di bawah PLN UP3 Palu, dengan kemudahan akses melalui aplikasi PLN Mobile yang memungkinkan pengguna memantau status pengisian secara real-time.
Di Daerah Istimewa Yogyakarta, PLN UID Yogyakarta mendorong pengembangan SPKLU di kawasan destinasi wisata sebagai bagian dari transformasi layanan yang mendukung mobilitas bersih dan pertumbuhan pariwisata berkelanjutan. Sinergi dengan Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta mengarah pada rencana pembangunan stasiun pengisian di kawasan strategis seperti Sumbu Filosofi, Malioboro, Kotabaru, dan Jogja Selatan.
Optimalisasi Aset BUMN untuk Perluasan SPKLU iGreen+
PT Pos Properti Indonesia (Pospro) memanfaatkan aset properti di kawasan Ring 1 Jakarta untuk mengembangkan SPKLU iGreen+ bekerja sama dengan PT Niscala Energi Indonesia dan PLN. Fasilitas ini dilengkapi enam unit Ultra Fast Charger DC berkapasitas 120 kW dengan konektor CCS2, melayani lebih dari 200 pengguna per hari sejak Juli 2026. Langkah ini tidak hanya meningkatkan utilitas aset BUMN, tetapi juga mendukung transportasi hijau dan ramah lingkungan.
Dampak dan Prospek Pengembangan Infrastruktur Kendaraan Listrik
Strategi PLN yang menyesuaikan pembangunan SPKLU berdasarkan kepadatan kendaraan listrik dan kolaborasi dengan produsen mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia. Dengan infrastruktur yang tepat sasaran dan terintegrasi, pengguna kendaraan listrik mendapatkan kemudahan akses pengisian daya, sementara pemerintah dan pelaku industri dapat mendukung transisi energi yang berkelanjutan.
Perkembangan SPKLU di berbagai wilayah, mulai dari pusat kota hingga kawasan wisata, serta optimalisasi aset BUMN, menunjukkan komitmen bersama dalam memajukan transportasi ramah lingkungan. Ke depan, diharapkan jumlah titik pengisian kendaraan listrik di Indonesia terus bertambah seiring pertumbuhan pasar dan kebutuhan masyarakat.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










