Perpres Ojol Ditargetkan Terbit Akhir Agustus, Pemerintah Siapkan Harmonisasi Aturan
Suara Pecari – Pemerintah menetapkan target penerbitan Peraturan Presiden (Perpres) yang mengatur ekosistem transportasi online atau ojek online (ojol) pada akhir Agustus atau awal September 2026. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan proses harmonisasi aturan sedang diselesaikan agar regulasi dapat segera diterbitkan.
Proses Harmonisasi dan Keterlibatan Pemangku Kepentingan
Langkah harmonisasi ini dilakukan setelah pembahasan lintas kementerian dan lembaga serta melibatkan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan perwakilan pengemudi serta perusahaan aplikator. Prasetyo Hadi secara langsung memimpin proses harmonisasi untuk memastikan seluruh substansi aturan selesai sebelum diterbitkan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Menurut Prasetyo, koordinasi dengan DPR terus berjalan dengan tujuan mempercepat finalisasi Perpres agar dapat memberikan kepastian hukum bagi seluruh pihak terkait dalam transportasi online.
Fokus Pembahasan Regulasi
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyampaikan bahwa pembahasan Perpres telah membahas beberapa isu utama, termasuk tarif transportasi online untuk penumpang, makanan, dan barang. Simulasi mengenai skema tarif telah dilakukan untuk memastikan keadilan bagi pengemudi dan aplikator. Saat ini, pembahasan memasuki tahap harmonisasi dengan pertemuan lanjutan yang melibatkan kementerian, organisasi pengemudi, dan aplikator.
Perlindungan dan Kesejahteraan Pengemudi
Pemerintah juga menaruh perhatian khusus pada perlindungan dan kesejahteraan pengemudi transportasi online. Dalam peringatan Hari Buruh Internasional 2026, Presiden Prabowo menegaskan komitmen meningkatkan perlindungan pengemudi yang bekerja dengan risiko di jalan. Salah satu kebijakan yang diusulkan adalah pembagian pendapatan minimal 92 persen untuk pengemudi dan maksimal 8 persen untuk aplikator, mengubah proporsi yang selama ini dikenal sekitar 80 persen untuk pengemudi dan 20 persen untuk aplikator.
Koalisi Ojol Nasional mengapresiasi kebijakan ini karena dinilai dapat memperkuat kepastian ekonomi pengemudi.
Langkah Selanjutnya
Dasco meminta agar pengemudi dan pihak terkait bersabar menunggu proses finalisasi regulasi. Pertemuan lanjutan diperlukan untuk menyatukan pandangan dan memastikan aturan dapat diterapkan secara efektif tanpa menimbulkan interpretasi berbeda. Saat ini, Perpres masih dalam tahap finalisasi di Kementerian Sekretariat Negara yang mencakup penyelesaian tahapan administratif.
Signifikansi Regulasi Perpres Ojol
Regulasi ini penting untuk memberikan payung hukum dan kepastian bagi pengemudi ojol, aplikator, dan masyarakat pengguna transportasi online. Dengan adanya Perpres, diharapkan tercipta ekosistem transportasi online yang adil, terlindungi, dan berkelanjutan, mendukung kesejahteraan pengemudi serta memberikan kejelasan tarif yang transparan.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










