Profil KRI Ki Hajar Dewantara yang Diusulkan untuk Dijual

Profil KRI Ki Hajar Dewantara yang Diusulkan untuk Dijual

Suara Pecari – Pemerintah Indonesia mengajukan permohonan persetujuan kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terkait penjualan kapal eks KRI Ki Hajar Dewantara. Kapal yang telah lama bertugas di TNI Angkatan Laut ini resmi memasuki masa pensiun sejak 2019 akibat usia dan performa mesin yang menurun.

Sejarah dan Peran KRI Ki Hajar Dewantara

KRI Ki Hajar Dewantara resmi bertugas di TNI AL sejak tahun 1981. Kapal ini berperan sebagai kapal perusak dengan peluru kendali dan juga sebagai kapal latihan. Saat ini, kapal berada di bawah komando Komando Armada II TNI AL.

Spesifikasi Kapal

  • Panjang: 96,70 meter
  • Lebar: 11,2 meter
  • Dalam: 3,55 meter
  • Berat: 1.850 ton
  • Mesin: 2 mesin diesel
  • Kecepatan maksimal: 27 knot
  • Jangkauan pelayaran: 6.400 kilometer
  • Kru: 91 pelaut, 14 instruktur, dan 100 taruna

Persenjataan

  • 4 rudal permukaan-ke-permukaan MM-38 Exocet buatan Prancis
  • 1 Meriam Bofors berkaliber 57mm
  • 2 kanon penangkis serangan udara Rheinmetall berkaliber 20mm
  • 4 Torpedo AEG SUT
  • Bom laut Mortir anti kapal selam
  • Peluncur rudal permukaan-ke-udara Mistral

Alasan dan Proses Penjualan

Penjualan KRI Ki Hajar Dewantara diajukan karena kapal ini sudah memasuki masa pensiun sejak 2019, seiring dengan menurunnya performa mesin dan usia kapal. Penjualan barang milik negara berupa kapal ini memerlukan persetujuan DPR sebagai bagian dari prosedur pengelolaan aset negara.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menginformasikan bahwa pimpinan DPR telah menerima surat dari Presiden Republik Indonesia terkait permohonan persetujuan penjualan kapal tersebut.

Makna dan Dampak

Penjualan kapal ini merupakan bagian dari pengelolaan alutsista TNI AL untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi armada laut. Dengan menonaktifkan kapal yang sudah tua, TNI AL dapat memfokuskan sumber daya pada pengadaan kapal baru yang lebih modern dan sesuai dengan kebutuhan pertahanan saat ini.

KRI Ki Hajar Dewantara juga memiliki nilai historis sebagai salah satu kapal yang pernah aktif sejak awal 1980-an, memiliki peran penting dalam latihan dan operasi TNI AL selama hampir empat dekade.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *