Belajar dari Kasus Hyundai Ioniq 5 Aa Juju, Parkir Paralel Bisa Bikin Aki Mobil Listrik Soak?
Suara Pecari – Kasus viral yang melibatkan pemilik Hyundai Ioniq 5, Aa Juju, menarik perhatian publik setelah mobil listrik yang dibelinya mengalami berbagai masalah teknis, termasuk aki 12 volt yang soak dan tidak bisa dinyalakan. Peristiwa ini memicu diskusi mengenai dampak parkir paralel pada mobil listrik, terutama terkait kelistrikan yang masih aktif saat mobil dalam posisi netral.
Aa Juju mengungkapkan pengalaman buruknya melalui media sosial, menceritakan bahwa mobil listrik Hyundai Ioniq 5 yang dibelinya secara tunai senilai Rp800 jutaan mengalami beberapa kendala, seperti fitur fast charging yang tidak berfungsi, aki yang cepat habis, serta gangguan pada head unit. Setelah memanggil teknisi, diketahui bahwa aki 12 volt mobilnya harus diganti karena soak. Teknisi juga menjelaskan bahwa kebiasaan memarkir mobil secara paralel dalam waktu lama, terutama dalam posisi transmisi netral tanpa rem tangan, dapat menyebabkan sistem kelistrikan mobil tetap aktif dan menyedot daya aki secara terus-menerus.
Respons Hyundai Indonesia
Menanggapi keluhan tersebut, PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) menyatakan telah menerima laporan dan melakukan penelusuran menyeluruh terhadap unit yang bermasalah. Namun, perusahaan belum mengonfirmasi secara resmi hubungan antara parkir paralel dengan seluruh masalah yang dialami kendaraan. Head of Brand Interactive HMID, Rouli Sijabat, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan, tidak hanya terkait produk tetapi juga layanan dari tim sales dan aftersales Hyundai.
Lebih lanjut, Chief Operating Officer PT Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto, dalam konferensi pers meminta maaf atas pelayanan yang kurang memuaskan di dealer Hyundai Gowa Fatmawati serta menegaskan bahwa kejadian ini menjadi momentum untuk evaluasi dan perbaikan standar pelayanan di seluruh jaringan dealer Hyundai di Indonesia.
Penyebab dan Dampak Parkir Paralel pada Mobil Listrik
Parkir paralel untuk mobil listrik seperti Hyundai Ioniq 5 ternyata memiliki risiko tertentu jika dilakukan dalam jangka waktu lama dalam posisi transmisi netral tanpa rem tangan. Karena beberapa fitur kelistrikan, seperti sistem BlueLink, tetap aktif meskipun mobil tidak sedang digunakan, hal ini menyebabkan aki 12 volt tetap menyedot daya. Jika kondisi ini berlangsung terus-menerus, aki dapat mengalami overuse dan akhirnya soak, yang berdampak pada mobil tidak bisa dinyalakan dan beberapa fitur tidak berfungsi dengan baik.
Pengalaman Aa Juju menggarisbawahi pentingnya pemahaman tentang karakteristik mobil listrik, termasuk bagaimana kebiasaan pengguna dapat memengaruhi kondisi kendaraan. Selain itu, kasus ini juga menunjukkan perlunya kejelasan informasi dari pihak produsen dan dealer mengenai penggunaan dan perawatan mobil listrik, termasuk hal-hal terkait parkir dan sistem kelistrikan.
Pelayanan dan Transparansi dalam Industri Mobil Listrik
Kasus ini memperlihatkan tantangan layanan purnajual pada kendaraan listrik yang masih relatif baru di pasar Indonesia. Keluhan yang disampaikan Aa Juju meliputi tidak berfungsinya fitur fast charging dan gangguan pada head unit, yang menjadi sorotan terkait kualitas layanan dan dukungan teknis dari dealer. Hyundai Indonesia berkomitmen untuk terus meningkatkan standar pelayanan dan memperbaiki pengalaman konsumen secara menyeluruh.
Peristiwa ini menjadi pelajaran penting bagi konsumen dan produsen dalam menghadapi era kendaraan listrik, menuntut transparansi, edukasi, dan layanan yang memadai agar penggunaan mobil listrik dapat maksimal dan memuaskan.
Dengan perkembangan kendaraan listrik yang semakin pesat, pemahaman yang baik tentang karakteristik teknis dan perawatan khusus menjadi kunci untuk menjaga performa dan keandalan mobil listrik di Indonesia.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










