Di Sidang Kasus Ijazah, Jokowi Akui Nama Kecilnya Mulyono Diganti karena Sering Sakit
Suara Pecari, Jakarta – Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, mengungkapkan bahwa nama kecilnya adalah Mulyono yang kemudian diganti menjadi Joko Widodo karena ia sering mengalami sakit saat masih kecil. Pernyataan ini disampaikan Jokowi dalam persidangan kasus dugaan pencemaran nama baik terkait isu ijazah palsu yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Timur pada Kamis, 5 November 2026.
Pengakuan Nama Kecil dalam Sidang
<pSidang yang mengangkat isu keaslian ijazah S1 Jokowi ini menghadirkan Jokowi sebagai saksi. Dalam persidangan, pengacara terdakwa, Tifauzia Tyassuma alias dr Tifa, menanyakan mengenai nama lahir Jokowi. Jokowi menjelaskan bahwa keluarganya tidak mengurus akta kelahiran saat ia lahir karena kondisi ekonomi yang kurang mampu. Ia menyampaikan, "Karena saya adalah dari keluarga yang tidak mampu, waktu itu kami tidak mengurus akta kelahiran pada saat lahir."
Ketika ditanya tentang nama yang diberikan orang tuanya saat lahir, Jokowi mengakui bahwa nama lahirnya adalah Mulyono. Namun, nama tersebut akhirnya diganti menjadi Joko Widodo karena alasan kesehatan, yaitu sering sakit saat masih kecil. Jokowi menyebutkan, “Saat itu diceritakan oleh ibu saya namanya Mulyono. Tetapi karena sakit-sakit, kemudian diganti menjadi Joko Widodo.”
Pemeriksaan Hakim Mengenai Nama Lain
Selain pertanyaan dari pengacara terdakwa, hakim juga menanyakan kemungkinan adanya nama lain yang pernah disematkan pada Jokowi, termasuk nama Mulyono, Perwoko, atau Jack saat kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Jokowi menegaskan bahwa Mulyono adalah nama kecilnya dan menyatakan tidak memiliki nama lain selain itu. “Tidak ada, tapi memang Mulyono adalah nama kecil saya,” jawab Jokowi.
Konteks Kasus Pencemaran Nama Baik
Sidang ini merupakan bagian dari kasus dugaan pencemaran nama baik yang menjerat dua terdakwa, yakni dr Tifa dan Roy Suryo. Mereka diduga melakukan pencemaran nama baik dengan menuding bahwa ijazah S1 Jokowi adalah palsu. Persidangan ini penting untuk mengklarifikasi fakta dan menjaga reputasi Presiden Jokowi terkait isu yang sempat mencuat di publik.
Signifikansi Pengakuan Jokowi
Pengakuan Jokowi mengenai nama kecilnya yang berubah karena alasan kesehatan memberikan gambaran lebih jelas tentang latar belakang pribadi Presiden ke-7 RI tersebut. Hal ini juga menjadi bagian dari klarifikasi dalam persidangan yang bertujuan memastikan kebenaran dan keaslian data pribadi Jokowi, terutama dalam konteks tuduhan terkait ijazahnya.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










