Pramono Soroti Galian di Jakarta, Minta Perusahaan Utilitas Saling Koordinasi
Suara Pecari, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyoroti persoalan galian yang masih sering terjadi di berbagai lokasi di Jakarta dan meminta agar seluruh perusahaan utilitas dapat melakukan koordinasi yang lebih baik dalam pengerjaan galian tersebut. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers peluncuran JEKATE RUN 2026 di Halte Bendungan Hilir PAM Jaya, Jakarta Pusat, pada Minggu, 8 November 2026.
Koordinasi Perusahaan Utilitas dalam Pengerjaan Galian
<pPramono Anung menceritakan pengalamannya saat berlari di Car Free Day (CFD) Sudirman, di mana seorang warga menyampaikan keluhan mengenai galian yang seringkali mengganggu aktivitas warga. Ia menegaskan bahwa pekerjaan galian yang dilakukan oleh berbagai perusahaan utilitas tidak boleh lagi berjalan secara terpisah.
“Saya sudah meminta kepada PAM JAYA dan perusahaan utilitas lain untuk melakukan koordinasi dalam pengerjaan galian. Dulu PAM JAYA, PAL JAYA, dan perusahaan limbah bekerja sendiri-sendiri, tapi sekarang harus terkoordinasi karena galian adalah tanggung jawab bersama,” ujar Pramono.
Lokasi Galian dan Dampaknya
Beberapa titik galian masih terlihat di kawasan Matraman, Gatot Subroto arah MT Haryono, serta Gambir. Kondisi ini berdampak pada kepadatan lalu lintas, seperti yang terjadi di Jalan Raya Soepomo dengan kemacetan mencapai sekitar 2 km.
Target Layanan Air Bersih PAM JAYA pada 2029
Selain membahas galian, Pramono juga menyoroti target PAM JAYA untuk menyediakan layanan air bersih bagi seluruh masyarakat Jakarta pada tahun 2029 dengan cakupan 100 persen. Ia mengakui bahwa target ini bukan pekerjaan yang ringan dan membutuhkan kontribusi penuh dari PAM JAYA.
“Saya berkeinginan PAM JAYA sudah bisa memberikan kontribusi 100 persen air bersih di Jakarta pada tahun 2029. Ini tugas yang tidak ringan,” jelasnya.
Peluang IPO PAM JAYA pada 2027
Pramono juga membuka peluang bagi PAM JAYA untuk melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) pada tahun 2027 dengan mempertimbangkan kondisi pasar saat itu.
“Kalau pasarnya baik, saya mengizinkan PAM JAYA untuk IPO di tahun 2027,” pungkasnya.
Dengan dorongan koordinasi antar perusahaan utilitas dan target ambisius PAM JAYA, diharapkan perbaikan infrastruktur air bersih dan pengelolaan galian di Jakarta dapat berjalan lebih efektif dan memberi manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










