Aliansi MBG Nusantara Gerakkan Ekonomi Mikro Daerah
Suara Pecari | RRI.CO.ID, Jakarta – Pada momentum Hari Kebangkitan Nasional, Aliansi Yayasan Makan Bergizi Gratis (MBG) Nusantara memperkenalkan model ‘Tata Kelola 10 Ribu’ untuk menjaga transparansi dan mengintegrasikan UMKM ke dalam rantai pasok pangan. Ketua UKM IKM Nusantara, Hj. Chandra Manggih Rahayu, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan agar program intervensi gizi tidak berjalan secara eksklusif.
Aliansi ini melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi melalui program riset lapangan dan metode live-in. Para mahasiswa akan ditempatkan di unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk memantau langsung proses produksi. Menurut Linda Kartika Dewi, Ketua Yayasan Telaga Kasih Nusantara, keterlibatan akademisi ini penting untuk memetakan tantangan teknis dan memastikan efisiensi di tingkat akar rumput.
Sebagai tindak lanjut, sebuah diskusi kelompok terpumpun (Focus Group Discussion) akan digelar pada bulan Juni mendatang, bertepatan dengan mempringati Hari Lahir Pancasila, untuk merumuskan formulasi baku implementasi ekonomi yang inklusif. Aliansi menyadari bahwa tata kelola yang baik memerlukan basis data yang kuat. Oleh karena itu, mereka melibatkan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi melalui program riset lapangan dan metode live-in.
Hingga saat ini, Aliansi MBG Nusantara telah membangun jaringan Dapur SPPG yang tersebar di titik-titik strategis Indonesia. Jaringan ini dipersiapkan sebagai infrastruktur fundamental untuk menyukseskan kedaulatan pangan sekaligus menghidupkan ekosistem ekonomi lokal di sekitar titik distribusi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












