IHSG Menguat 2,34 Persen pada Sesi I Sentuh Level 5.881,23, Didorong Sentimen Global dan Domestik

IHSG Menguat 2,34 Persen pada Sesi I Sentuh Level 5.881,23, Didorong Sentimen Global dan Domestik

Suara Pecari | Jakarta – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pertama perdagangan Rabu, 10 Juni 2026, mencatatkan penguatan signifikan. Data dari Bursa Efek Indonesia menunjukkan bahwa IHSG menguat 2,34 persen pada sesi I sentuh level 5.881,23. Angka ini merupakan kenaikan sebesar 134,58 poin dari posisi pembukaan di level 5.744,05. Selama sesi pertama, indeks sempat menyentuh level tertinggi di 5.939,35 dan terendah di 5.677,97.

Penguatan ini tidak terlepas dari kombinasi sentimen positif baik dari pasar global maupun domestik. Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, mengungkapkan bahwa meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan penguatan bursa saham Asia menjadi katalis utama. “Ini mendorong penguatan bursa saham di kawasan tersebut, dipimpin Kospi dari Korea Selatan yang melonjak hingga 8,2 persen,” jelas Fanny dalam keterangannya, Rabu (10/6/2026).

Fanny menambahkan, IHSG menguat 2,34 persen pada sesi I sentuh level 5.881,23 dan masih memiliki peluang untuk melanjutkan tren positif. Ia menyebut level support penting berada di 5.600. “IHSG berpotensi tes support di 5.600. Jika kuat bertahan di level tersebut, IHSG dapat melanjutkan kenaikan dengan target di 5.800-6.000,” ujarnya.

Dari dalam negeri, Tim Analis Phintraco Sekuritas menilai keputusan Bank Indonesia (BI) yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 5,5 persen di luar jadwal turut menjadi sentimen positif. “Kenaikan suku bunga di luar jadwal memberi sentimen positif ke pasar,” kata Tim Analis Phintraco Sekuritas. Langkah ini berhasil mendorong nilai tukar rupiah menguat ke level Rp18.065 per dolar AS.

Penguatan rupiah dan pembahasan sejumlah langkah stabilisasi pasar, termasuk rencana buyback saham bank-bank BUMN yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), turut menjadi perhatian investor. Kombinasi faktor-faktor ini membuat IHSG menguat 2,34 persen pada sesi I sentuh level 5.881,23, mencerminkan optimisme pelaku pasar terhadap prospek perekonomian Indonesia ke depan.

Secara teknikal, pergerakan IHSG menunjukkan momentum bullish yang didukung oleh volume perdagangan yang meningkat. Para analis memperkirakan, jika IHSG mampu bertahan di atas level 5.600, maka potensi kenaikan menuju level 6.000 terbuka lebar. Namun, investor tetap diimbau untuk waspada terhadap risiko global yang masih dinamis.

Kesimpulannya, IHSG menguat 2,34 persen pada sesi I sentuh level 5.881,23 merupakan cerminan dari respons positif pasar terhadap berbagai sentimen eksternal dan internal. Dengan dukungan fundamental yang kuat dan kebijakan stabilisasi yang tepat, IHSG berpotensi melanjutkan penguatannya dalam jangka pendek.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan