IHSG Diproyeksi Menguat, Analis Sebut Investor Perlu Waspadai Aksi Profit Taking
Suara Pecari – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi akan menguat pada perdagangan Jumat, 23 Oktober 2026, setelah penutupan positif pada hari sebelumnya. Namun, analis mengingatkan investor untuk tetap berhati-hati terhadap kemungkinan aksi ambil untung di akhir pekan yang dapat mempengaruhi pergerakan pasar.
Proyeksi Pergerakan IHSG
Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG berpeluang menguji level resistance di angka 5.400. Bila indeks mampu bertahan di atas level tersebut, potensi penguatan lanjutan dapat terjadi. Sebaliknya, level 5.300 menjadi support terdekat yang penting untuk menjaga momentum positif dan mengantisipasi potensi tekanan jual. Jika level support ini gagal bertahan, IHSG bisa menguji support berikutnya di kisaran 5.180-5.200.
Faktor Eksternal yang Mempengaruhi
Kenaikan harga minyak dunia menjadi salah satu faktor eksternal yang berpotensi meningkatkan tekanan inflasi global. Hal ini dapat membatasi ruang bagi bank sentral untuk menurunkan suku bunga, bahkan meningkatkan risiko suku bunga tetap tinggi atau kembali naik, baik di Bank Indonesia maupun Federal Reserve AS. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan tekanan pada pasar saham dan obligasi serta meningkatkan volatilitas pasar keuangan.
Sektor yang Berpotensi Menguat
Dalam kondisi kenaikan harga minyak, sektor energi, terutama minyak dan gas, berpeluang memperoleh keuntungan. Selain itu, sektor batu bara juga mendapat sentimen positif karena meningkatnya kekhawatiran terhadap keamanan pasokan energi global. Namun, dampak positif ini tetap bergantung pada harga komoditas dan kondisi fundamental masing-masing perusahaan.
Rekomendasi Saham
Phintraco Sekuritas merekomendasikan beberapa saham untuk diperhatikan pada perdagangan Jumat, yaitu MAPI, MDKA, AMMN, TPIA, ADRO, dan ANTM. Sementara itu, MNC Sekuritas melihat peluang penguatan IHSG menuju kisaran 5.458-5.563, namun mengingat kemungkinan koreksi jangka pendek ke rentang 5.332-5.366. Analis MNC Sekuritas merekomendasikan saham BRMS, CUAN, HRTA, dan UNVR untuk dipantau.
Potensi Risiko dan Saran Investor
Analis mengingatkan investor untuk mewaspadai aksi profit taking yang biasanya terjadi menjelang akhir pekan. Ketidakpastian global dan dinamika pasar yang fluktuatif dapat menyebabkan volatilitas yang cukup tinggi. Oleh karena itu, investor disarankan untuk memperhatikan level support dan resistance, serta memilih saham dengan fundamental yang kuat untuk mengantisipasi pergerakan pasar.
Keputusan investasi tetap menjadi tanggung jawab masing-masing investor dan harus didasarkan pada pertimbangan matang serta analisis risiko yang tepat.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










