Populer Lahan Karhutla Dimanfaatkan BEI Keluarkan Saham HSC dari IHSG
Suara Pecari – Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mengeluarkan saham dengan kategori High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai 2 November 2026. Langkah ini bertujuan agar pergerakan IHSG lebih mencerminkan kondisi pasar secara wajar dan efisien.
Pengeluaran Saham HSC dari IHSG
BEI menerapkan metode Capped Free Float Adjusted Market Capitalization Weighted dengan pembobotan maksimal 9 persen untuk saham HSC. Perubahan ini juga mengubah jadwal evaluasi IHSG menjadi Januari, April, Juli, dan Oktober, dengan efektivitas penyesuaian indeks pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November. Meski saham HSC tidak lagi diperhitungkan dalam IHSG dan indeks utama lain seperti IDX30, LQ45, dan IDX80, saham tersebut tetap dapat diperdagangkan di bursa.
Potensi Pemanfaatan Lahan Bekas Karhutla di Kalimantan Tengah
Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa mendorong pemanfaatan lahan bekas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah untuk sektor pertanian, khususnya tanaman pangan seperti cabai dan jagung. Pemanfaatan ini dianggap dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah yang belum sepenuhnya mandiri.
Pemerintah akan melakukan pemetaan terukur atas status kepemilikan lahan sebelum memberikan bantuan produksi tani. Untuk lahan milik korporasi sawit yang terbakar, investigasi khusus akan dilakukan sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto. Sedangkan untuk lahan milik masyarakat, prioritas bantuan akan diberikan berdasarkan pendataan dan usulan tanaman dari pemerintah daerah.
Pengalihfungsian lahan bekas karhutla harus dilakukan dengan koordinasi ketat bersama Kementerian Kehutanan. Jika risiko lingkungan tinggi terdeteksi, lahan tersebut akan direhabilitasi menjadi kawasan hutan kembali untuk menjaga ekosistem.
Konteks dan Implikasi
Pengeluaran saham HSC dari IHSG menandai penataan penting dalam indeks saham utama Indonesia untuk meningkatkan transparansi dan representasi kondisi pasar. Sementara itu, dorongan pemanfaatan lahan bekas karhutla sebagai lahan pertanian menunjukkan perhatian pemerintah terhadap pemulihan ekonomi dan ketahanan pangan pasca-karhutla.
Kebijakan ini juga mencerminkan upaya pemerintah dalam mengelola dampak lingkungan sekaligus mengoptimalkan potensi ekonomi lokal. Pendekatan yang terukur dan koordinasi lintas kementerian menjadi kunci dalam pelaksanaan program ini.
Dampak bagi Pasar dan Masyarakat
- Bursa Efek Indonesia menciptakan struktur indeks saham yang lebih representatif tanpa mengurangi likuiditas saham HSC.
- Masyarakat di Kalimantan Tengah berpeluang meningkatkan pendapatan melalui pertanian di lahan bekas karhutla.
- Peningkatan ketahanan pangan daerah diharapkan dapat mengurangi ketergantungan kebutuhan pangan dari luar.
- Rehabilitasi lahan yang berisiko tinggi terhadap lingkungan akan memastikan kelestarian ekosistem tetap terjaga.
Dengan kebijakan ini, diharapkan pasar modal dan sektor pertanian dapat berkontribusi positif terhadap stabilitas ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










