Menteri Maman Catat 63.189 UMKM Terlibat dalam Ekosistem Program Makan Bergizi Gratis

Suara Pecari, Jakarta – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengumumkan bahwa sebanyak 63.189 UMKM telah terlibat dalam ekosistem program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga 24 Juli 2026. Pemerintah menargetkan peningkatan jumlah UMKM yang berpartisipasi dalam rantai pasok program ini sebagai upaya mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan pelaku usaha skala kecil dan menengah.

Partisipasi UMKM dalam Program MBG

Menurut Menteri Maman, UMKM yang terlibat dalam program MBG terdiri dari berbagai jenis usaha. Kategori usaha menengah biasanya mengelola dapur umum yang menjadi bagian penting penyediaan makanan bergizi. Sedangkan usaha kecil berperan dalam peternakan ayam, telur, dan ikan, serta usaha mikro yang memasok bahan pangan seperti sayuran dan telur ke dapur umum tersebut.

Baca juga:

Upaya Pemerintah Memperluas Partisipasi

Pemerintah bersama Badan Gizi Nasional (BGN) terus melakukan evaluasi dan pembenahan sistem internal guna meningkatkan efektivitas program MBG. Salah satu inisiatif yang sedang dipersiapkan adalah pengembangan super aplikasi yang akan memfasilitasi keterlibatan lebih banyak pemasok, terutama UMKM, dalam ekosistem MBG.

Maman berharap dengan adanya sistem baru ini, ruang partisipasi bagi UMKM dapat terbuka lebih luas sehingga jumlah pelaku usaha yang terlibat dapat bertambah signifikan dari angka saat ini. Hal ini diharapkan meningkatkan keterlibatan UMKM di dalam rantai pasok makanan bergizi yang disediakan secara gratis di berbagai wilayah.

Konteks dan Pentingnya Program MBG

Program Makan Bergizi Gratis merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, terutama pelajar di sekolah menengah pertama. Penyediaan makanan bergizi secara gratis diharapkan dapat mendukung tumbuh kembang anak dan mengurangi masalah malnutrisi.

Baca juga:

Keterlibatan UMKM dalam program ini tidak hanya memberikan manfaat bagi kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi peluang pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah melalui akses pasar yang lebih luas dan peningkatan kapasitas produksi.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *