Antre Dimana-Mana, Pemerintah Tambah Pasokan Pertalite untuk Atasi Lonjakan Konsumsi
Suara Pecari – Pemerintah Indonesia berencana menambah pasokan bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis pertalite untuk merespons lonjakan permintaan yang menyebabkan antrean panjang di berbagai wilayah. Langkah ini diambil menyusul pergeseran konsumen dari BBM nonsubsidi seperti pertamax ke pertalite setelah terjadi kenaikan harga BBM nonsubsidi.
Lonjakan Konsumsi Pertalite
<pMenteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, menjelaskan bahwa kenaikan konsumsi pertalite terjadi akibat perpindahan konsumen BBM nonsubsidi RON 92 ke pertalite. Perpindahan ini dipicu oleh kenaikan harga pertamax yang naik signifikan sejak Juni 2026, jauh setelah adanya konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang menyebabkan penutupan jalur strategis Selat Hormuz.
Berdasarkan data Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas), konsumsi pertalite naik sebesar 12,92 persen pada Juli 2026, mencapai rata-rata 85.589 kiloliter per hari, dibandingkan dengan rata-rata sebelum kenaikan harga pertamax yang berada di angka 75.795 kiloliter per hari.
Pengkajian Penambahan Kuota
Bahlil menyatakan bahwa pemerintah telah melakukan kajian kesiapan anggaran dan akan melakukan exercise penghitungan kebutuhan kuota pertalite pada akhir Oktober 2026. Penyesuaian kuota ini diharapkan dapat memperlancar distribusi dan mengurangi antrean yang selama ini terjadi di berbagai daerah.
Meski terjadi peningkatan konsumsi pertalite pada Juli dan Juni, data menunjukkan adanya penurunan konsumsi pada Agustus 2026 menjadi sekitar 84.368 kiloliter per hari, sedikit menurun dari bulan sebelumnya.
Konteks Kenaikan Harga BBM
Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis pertamax dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter sejak 10 Juni 2026 menjadi faktor utama pergeseran konsumen ke BBM subsidi pertalite. Hal ini menyebabkan tekanan pada pasokan pertalite yang sebelumnya disesuaikan dengan konsumsi stabil sebelum kenaikan harga pertamax.
Dampak dan Tindakan Pemerintah
Antrean panjang yang terjadi di sejumlah daerah membuat pemerintah bergerak cepat untuk menambah kuota pertalite. Penambahan kuota ini diharapkan dapat mengurangi ketidaknyamanan konsumen dan memastikan ketersediaan BBM subsidi tetap terjaga.
Pemerintah juga akan terus memantau perkembangan konsumsi dan melakukan penyesuaian kuota jika diperlukan, agar distribusi BBM subsidi berjalan optimal tanpa mengganggu stabilitas pasar energi nasional.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










