Bahlil Buka Potensi Tambah Kuota BBM Pertalite karena Lonjakan Konsumsi
Suara Pecari, Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan adanya potensi penambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite pada tahun 2026. Hal ini menyusul lonjakan konsumsi yang terjadi akibat pergeseran pilihan masyarakat dari BBM nonsubsidi ke BBM bersubsidi.
Lonjakan Konsumsi BBM Pertalite
Bahlil menjelaskan bahwa kajian terkait penambahan kuota masih berlangsung dan belum dapat menyebutkan secara pasti berapa volume tambahan yang akan dialokasikan. Peningkatan konsumsi ini terjadi karena masyarakat beralih menggunakan Pertalite, yang merupakan BBM subsidi, sebagai respons terhadap kenaikan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamax Turbo.
“Ada terjadi peningkatan konsumsi dibandingkan dengan tahun sebelumnya karena shifting dari RON 92 ke RON 90,” ujar Bahlil saat ditemui di kantor Kementerian ESDM pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Penyebab Pergeseran Konsumsi
Kenaikan harga BBM nonsubsidi mendorong sebagian masyarakat untuk lebih memilih Pertalite yang harganya tetap disubsidi oleh pemerintah. Pergeseran konsumsi ini membuat kebutuhan stok Pertalite meningkat secara signifikan.
Bahlil menambahkan bahwa meskipun terjadi penurunan stok BBM Pertalite di kilang menjadi sekitar 16-18 hari, stok tersebut masih berada dalam batas standar nasional. Proses pencampuran dan pengolahan BBM di kilang sedang berlangsung dan diperkirakan akan kembali normal dalam waktu sekitar satu minggu.
Kendala Distribusi dan Upaya Pemulihan Stok
Selain peningkatan konsumsi, kendala distribusi juga menyebabkan beberapa daerah mengalami kekurangan stok Pertalite, terutama di wilayah Bali dan Sulawesi Utara. Permasalahan utama distribusi ini terkait dengan ketersediaan kapal pengangkut BBM.
Untuk mengatasi masalah tersebut, pemerintah berencana menambah armada kapal agar distribusi BBM ke daerah-daerah yang terdampak dapat berjalan lebih lancar dan stok dapat segera pulih.
Dampak pada Subsidi dan APBN
Bahlil tidak merinci berapa besar dampak penambahan kuota BBM Pertalite terhadap kenaikan subsidi energi yang ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun, penyesuaian kuota ini akan dilakukan agar sesuai dengan kebutuhan akibat pergeseran konsumsi tersebut.
Pemerintah terus memantau kondisi dan melakukan exercise evaluasi pada akhir bulan untuk menentukan langkah-langkah konkret dalam penambahan kuota BBM Pertalite.
Kesimpulan
Peningkatan konsumsi BBM Pertalite yang dipicu oleh kenaikan harga BBM nonsubsidi memunculkan potensi penyesuaian kuota BBM subsidi pada tahun 2026. Pemerintah melalui Kementerian ESDM sedang melakukan kajian dan pemantauan untuk memastikan ketersediaan stok tetap aman dan distribusi berjalan lancar, sekaligus menyesuaikan alokasi subsidi agar tetap efisien dan efektif.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










